×
Ad

PANI Tambah Modal Rp 498 M, BAJA Bidik Dana Rights Issue Rp 450 M

- detikFinance
Rabu, 17 Jun 2026 08:32 WIB

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada layar laptop
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (15/6) dengan kenaikan 4,12% ke posisi 6.254,97. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 5,91%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 7,14%, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik 4,91%.

Di sisi lain, saham PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi saham dengan pelemahan terbesar pada perdagangan tersebut. Meski IHSG bergerak positif, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp107,13 miliar di pasar reguler dan Rp105,86 miliar di seluruh pasar.

Secara sektoral, sebanyak 10 dari 11 sektor ditutup di zona hijau. Sektor bahan baku menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 7,26%, sementara sektor kesehatan terkoreksi 0,67%.

Dari pasar global, pergerakan indeks saham Amerika Serikat cenderung beragam. Indeks Dow Jones menguat 0,64% ke level 51.999, sedangkan S&P 500 turun 0,57% ke posisi 7.511 dan Nasdaq melemah 1,15% menjadi 26.376.

Pelaku pasar saat ini masih memantau arah rupiah dan pergerakan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) di tengah berlanjutnya aksi jual investor asing. Sementara itu, ETF Indonesia EIDO turun 0,39%, sedangkan MSCI Indonesia bergerak datar.

Berita Emiten

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)

PANI berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) tahap IV dengan menerbitkan 72,47 juta saham baru pada harga Rp6.875 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana sebesar Rp 498,27 miliar.

Seluruh saham baru tersebut akan diambil oleh PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan. Dengan pelaksanaan PMTHMETD ini, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh PANI meningkat menjadi 18,19 miliar saham dengan modal disetor mencapai Rp1,82 triliun. Perseroan menjadwalkan penyampaian hasil pelaksanaan PMTHMETD IV pada 25 Juni mendatang.

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)

BAJA akan menggelar Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I dengan menerbitkan 900 juta saham baru pada harga pelaksanaan Rp500 per saham. Jika seluruh saham terserap, dana yang diperoleh dapat mencapai Rp450 miliar.

Mayoritas dana hasil aksi korporasi tersebut, yakni sekitar 98,96% setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban perseroan kepada PT Sarana Steel berdasarkan perjanjian kredit yang telah berjalan. Kewajiban tersebut terdiri dari pokok pinjaman sebesar US$20,60 juta atau setara Rp317,57 miliar serta akumulasi bunga sebesar Rp127,77 miliar.

Sekitar 1,04% dana sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian bahan baku. Perseroan menetapkan rasio HMETD sebesar 2:1. Artinya, pemegang dua saham lama yang tercatat pada 27 Agustus berhak memperoleh satu HMETD. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi hingga 33,33%.

Apabila masih terdapat saham yang tidak diambil, PT Sarana Steel dan Ibnu Susanto akan bertindak sebagai pembeli siaga. Adapun periode perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 4 September.

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS)

DMAS memutuskan membagikan dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp16,50 per saham atau senilai Rp795 miliar. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 Juni 2026.

Nilai dividen tersebut setara dengan 99,34% dari laba bersih perseroan sepanjang 2025. Di tengah pembagian dividen tersebut, DMAS mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,31 triliun, turun 35,59% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,03 triliun. Laba bersih perseroan juga mengalami penurunan 39,97% menjadi Rp800 miliar dari Rp1,33 triliun pada 2024.

Pada penutupan perdagangan 15 Juni, saham DMAS berada di level Rp156 per saham. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 24 Juni, sedangkan pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Simak juga Video: BEI Ungkap Investor Pasar Modal RI Bertambah 7,4 Juta Pada 2026




(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork