OJK Buka Suara soal Penilaian MSCI ke Pasar Modal RI

OJK Buka Suara soal Penilaian MSCI ke Pasar Modal RI

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2026 11:35 WIB
1. Warga mengamati papan layar IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (4/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Kamis (4/6). IHSG merosot seiring melemahnya mayoritas saham sepanjang per
Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait pengumuman MSCI yang menurunkan penilaian kriteria aksesibilitas arus informasi atau information flow dan foreign exchange market liberalization level menjadi negatif. Penurunan nilai ini dilakukan karena masih terdapat kekhawatiran investor asing terkait transparansi struktur kepemilikan saham pada Bursa Efek Indonesia.

OJK menilai secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan penilaian yang signifikan. Pasalnya hanya ada dua dari 18 kriteria aksesibilitas pasar yang mendapat penilaian negatif dari MSCI.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan 10 dari aksesibilitas pasar modal RI mendapat penilaian double plus (++). Kemudian enam kriteria lainnya mendapat penilaian plus (+). Kemudian dua kriteria yang mendapat penilaian negative (-) disebut menjadi fokus yang harus diperbaiki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada kriteria Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level di nilai negatif, yang menunjukkan adanya concern untuk ada improvement," ungkap Hasan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

Hasan menjelaskan, penilaian tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi yang sejalan dengan reformasi pasar modal saat ini. Menurutnya, MSCI telah mengakui sejumlah perbaikan yang dilakukan self regulatory organization (SRO) pasar modal, termasuk mengenai foreign exchange market liberalization level atau tingkat kebebasan dalam transaksi efek menggunakan valuta asing (valas).

"Sebagai langkah tindak lanjut, kami terus melakukan koordinasi intensif di Internal OJK dan dengan otoritas terkait seperti Bank Indonesia guna memastikan ke depan akan lebih baik dengan tetap memperhatikan mitigasi Risiko yang govern dan sejalan dengan kebijakan makroprudensial nasional untuk mencegah volatilitas pasar," jelas Hasan.

Hasan mengatakan SRO telah mendorong reformasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pasar modal domestik. Sejumlah inisiatif ini mencakup peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan.

Langkah inisiatif ini juga telah disambut positif oleh sejumlah lembaga penyedia indeks saham global seperti MSCI dan FTSE Russell. Hasan mengaku akan memperkuat koordinasi dan dialog konstruktif dengan berbagai penyedia indeks global dan investor asing untuk memastikan reformasi yang dilakukan dapat dipahami.

"Kami memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," pungkas Hasan.

(ahi/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads