MSCI Nilai RI Emerging Market, tapi dengan Catatan Tajam soal Bursa Saham

MSCI Nilai RI Emerging Market, tapi dengan Catatan Tajam soal Bursa Saham

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 20 Jun 2026 06:30 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham d
Ilustrasi.Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

MSCI mempertahankan status pasar modal Indonesia di emerging market berdasarkan hasil MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis hari ini. Meski begitu, lembaga penyedia indeks saham global itu memberikan catatan tajam dan menurunkan penilaiannya terhadap salah satu kriteria aksesibilitas pasar modal.

Dalam laporannya, MSCI menurunkan nilai kriteria aksesibilitas arus informasi atau information flow dari positif menjadi negatif pada pasar modal Indonesia. Namun dari 18 kriteria aksesibilitas pasar, diketahui hanya information flow dan foreign exchange market liberalization level yang mendapat penilaian negatif dari MSCI.

"Information Flow: + to -. Masalah terkait kelayakan investasi masih ada akibat keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga yang wajar. Informasi pasar saham yang terperinci tidak selalu diungkapkan dalam bahasa Inggris," tulis MSCI dalam laporannya, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian terdapat enam poin penting yang disorot MSCI dari pasar modal Indonesia. Pertama, kesetaraan hak bagi investor asing karena Informasi perusahan tercatat di pasar modal Indonesia dianggap tidak selalu tersedia secara mudah dan lengkap dalam bahasa Inggris.

Kedua, tingkat terbatasnya transaksi efek menggunakan valuta asing (valas) lantaran belum terdapat pasar mata uang offshore yang efisien dan masih terdapat sejumlah pembatasan di pasar valas domestik. Ketiga, investor asing tidak diperbolehkan mengakses fasilitas overdraft.

ADVERTISEMENT

Keempat, MSCI juga menyoroti fleksibilitas transfer aset dalam bentuk saham yang hanya diperkenankan dalam kondisi tertentu. Kelima, terbatasnya akses peminjaman saham atau stock lending dengan jangka waktu maksimal 90 hari. Keenam, pembatasan skema perdagangan short selling.

Adapun MSCI akan mengumumkan kembali hasil peninjauan tahunan klasifikasi pasar modal atau MSCI Annual Market Classification Review pada 23 Juni mendatang. Pengumuman ini akan mengukuhkan status pasar modal Indonesia di emerging market atau turun ke frontier market.

"Informasi mengenai pasar tersebut akan tersedia pada 23 Juni 2026, bersamaan dengan pengumuman MSCI 2026 Annual Market Classification Review," terang MSCI.

OJK-Bursa Efek Indonesia (BEI) Buka Suara di halaman berikutnya. Langsung klik

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan penilaian yang signifikan. Pasalnya hanya ada dua dari 18 kriteria aksesibilitas pasar yang mendapat penilaian negatif dari MSCI.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan 10 dari aksesibilitas pasar modal RI mendapat penilaian double plus (++). Kemudian enam kriteria lainnya mendapat penilaian plus (+). Kemudian dua kriteria yang mendapat penilaian negatif (-) disebut menjadi fokus yang harus diperbaiki.

"Pada kriteria Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level di nilai - (negatif), yang menunjukkan adanya concern untuk ada improvement," ungkap Hasan dalam keterangan tertulis.

Hasan menjelaskan, penilaian tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi yang sejalan dengan reformasi pasar modal saat ini. Menurutnya, MSCI telah mengakui sejumlah perbaikan yang dilakukan self regulatory organization (SRO) pasar modal, termasuk mengenai foreign exchange market liberalization level atau tingkat kebebasan dalam transaksi efek menggunakan valuta asing (valas).

"Sebagai langkah tindak lanjut, kami terus melakukan koordinasi intensif di Internal OJK dan dengan otoritas terkait seperti Bank Indonesia guna memastikan ke depan akan lebih baik dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko yang govern dan sejalan dengan kebijakan makroprudensial nasional untuk mencegah volatilitas pasar," jelas Hasan.

Hasan mengatakan SRO telah mendorong reformasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pasar modal domestik. Sejumlah inisiatif ini mencakup peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan.

Langkah inisiatif ini juga telah disambut positif oleh sejumlah lembaga penyedia indeks saham global seperti MSCI dan FTSE Russell. Hasan mengaku akan memperkuat koordinasi dan dialog konstruktif dengan berbagai penyedia indeks global dan investor asing untuk memastikan reformasi yang dilakukan dapat dipahami.

"Kami memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," pungkas Hasan.

Pernyataan BEI

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan penilaian MSCI menjadi masukan bagi pihaknya dan juga SRO untuk melakukan perbaikan. Menurutnya, penilaian tersebut juga menjadi bagian dari agenda reformasi pasar modal Indonesia.

"Ya jadi, tentu kita mengapresiasi apa yang sudah disampaikan, dan itu juga sudah menjadi bagian dari diskusi kita selama ini. Jadi tentu perbaikan-perbaikan akan terus kita lakukan," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta Pusat.

Jeffrey juga berharap pasar modal Indonesia masih berada di tingkat emerging market. Adapun pengumuman mengenai peninjauan pasar akan diumumkan MSCI pada 23 Juni mendatang.

"Ya tentu harapan kita demikian, ya kalau kita melihat apa yang disampaikan hari ini, tentu besar harapan kita bahwa Indonesia akan tetap ada di emerging market," jelas Jeffrey.

Halaman 2 dari 2
(ahi/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads