Misbakhun soal Kondisi IHSG: Sejarah Penurunan yang Sangat Dalam

Misbakhun soal Kondisi IHSG: Sejarah Penurunan yang Sangat Dalam

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2026 18:30 WIB
Misbakhun soal Kondisi IHSG: Sejarah Penurunan yang Sangat Dalam
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun / Foto: Dok.Tangkapan Layar YouTube CNBC Indonesia
Jakarta -

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kini berada di level 5.600an. Ia berpendapat pelemahan pasar modal Indonesia kali ini merupakan salah satu yang terburuk sepanjang sejarah.

Ia menjelaskan pada awal 2026 kemarin, indeks harga saham Garuda sempat berada di level tertingginya sepanjang sejarah (All-Time High/ATH) pada kisaran 9.000an. Namun pada penutupan pasar sore tadi, IHSG ditutup melemah ke level 5.654,19.

Artinya dalam beberapa bulan terakhir, menurutnya IHSG sudah melemah sekitar 40% jika dibandingkan saat nilai saham gabungan Garuda berada di titik tertingginya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua bulan yang lalu itu (IHSG) masih di awal-awal April, Mei, itu masih di kisaran 9.000, dan ini sudah hampir kalau kita lihat 5.600. Ini sudah hampir tergerus sekitar separuhnya, praktis 40%" kata Misbakhun di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya pelemahan indeks saham Indonesia kali ini sangat berbeda dari yang pernah dialami sebelumnya. Sebab selama ini IHSG memang pernah beberapa kali jatuh sangat dalam saat terjadi guncangan ekonomi terjadi.

ADVERTISEMENT

Semisal saat krisis ekonomi tahun 1998 lalu indeks saham Garuda terkoreksi 18,69% dan pulih dalam satu bulan. Kemudian pada 2001 lalu imbas peristiwa 9/11, IHSG turun 23,76% dan kembali setelah lima bulan. Lalu pada 2008 lalu saat krisis finansial, indeks saham gabungan terkoreksi 31,61% dan baru pulih setelah enam bulanan.

"Ini saya sebutkan mengenai sejarah-sejarah krisisnya mengenai IHSG. Sekarang kita masih belum ketemu momentum untuk kembali dan kita di angka IHSG 5.600. Ini merupakan salah satu sejarah penurunan yang sangat dalam," ujarnya.

Masalahnya lagi, menurutnya selama ini pelemahan IHSG ini terjadi memang karena ada masalah pada fundamental ekonomi nasional, yang utamanya juga dipengaruhi oleh pasar global. Namun pelemahan kali ini terjadi saat menurutnya fundamental ekonomi Indonesia masih baik-baik saja.

Misbakhun menilai yang menjadi masalah utama pelemahan IHSG kali ini adalah imbas dari ketidakpercayaan investor khususnya asing terhadap pasar modal Indonesia. Menyebabkan banyak investor menarik kembali dananya dari Tanah Air.

"Tidak kita sedang menghadapi tekanan apapun. Yang terjadi adalah guncangan sentimen tidak ada guncangan struktural di dalam ekonomi," tuturnya.

"Faktor capital outflow inilah yang mau tidak mau harus menjadi respons kita bagaimana mengembalikan mereka," ucap Misbakhun.

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads