Saham BACH & EMMI Terbang Tinggi hingga Mentok di Debut Perdana

Saham BACH & EMMI Terbang Tinggi hingga Mentok di Debut Perdana

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2026 09:35 WIB
IPO PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026). Kedua perusahaan ini menjadi emiten keempat dan kelima yang tercatat di BEI sepanjang tahun ini.

Berdasarkan papan perdagangan BEI, BACH tercatat naik nyaris menyentuh Auto Reject Atas (ARA) sebesar 24,43% ke harga 550 per saham. Sementara EMMI menguat 9,57% ke harga Rp 515 per saham pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Pada kiprah pertamanya, BACH melepas sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan mematok harga penawaran Rp 400 hingga Rp 500 per saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui IPO ini, BACH berhasil menghimpun dana segar hingga Rp 307,5 miliar. Dalam aksi korporasi ini, BACH menunjuk PT Erdikha Elit Sekuritas dan PT Pilarmas Investindo Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

ADVERTISEMENT

"Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang. Dengan pengalaman, kompetensi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, PT BACH Multi Global siap mengambil peran strategis dalam menangkap berbagai peluang tersebut," ungkap Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan, Rabu (8/7/2026).

Sementara EMMI, melepas sebanyak 522,86 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Adapun harga yang dipatok EMMI pada kiprah perdananya sebesar Rp 446 hingga Rp 515 per saham.

Melalui aksi korporasi ini, EMMI berhasil menghimpun dana segar hingga Rp 269,27 miliar. Melalui aksi korporasi ini, perseoran menunjuk empat sekuritas sebagai penjamin emisi efek, yakni PT Ina Sekuritas Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Investindo Nusantara Sekuritas.

"Pencatatan perdana saham EMMI ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen kami untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang nyata bagi sektor kesehatan di Indonesia," ungkap Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja.

Tonton juga video "Ini Strategi Untuk Investor Jelang Paruh Kedua 2026"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads