IHSG Balik Menguat ke Level 6.000, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Balik Menguat ke Level 6.000, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

- detikFinance
Selasa, 14 Jul 2026 08:32 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
IHSG Balik Menguat ke Level 6.000, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (13/7) dengan kenaikan 1,92% ke level 6.037,84. Penguatan indeks didorong oleh menguatnya saham BMRI sebesar 4,17%, BBRI naik 2,87%, serta AMMN yang melesat 7,69%. Di sisi lain, pergerakan indeks masih dibayangi pelemahan CTBN sebesar 6,54%, UNVR turun 2,89%, dan BOGA terkoreksi 5,85%.

Meski IHSG ditutup di zona positif, aktivitas investor asing masih mencatatkan jual bersih senilai Rp412,50 miliar di pasar reguler dan Rp437,66 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sebanyak sembilan sektor berakhir menguat dengan sektor Basic Industry memimpin kenaikan sebesar 2,96%, sedangkan sektor Health menjadi sektor dengan pelemahan terbesar, yakni 0,26%.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak berlawanan arah. Indeks Dow Jones turun 0,26% menjadi 52.498, S&P 500 melemah 0,79% ke 7.515, dan Nasdaq terkoreksi 1,55% ke level 25.873.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah pelemahan Wall Street, sentimen terhadap pasar domestik mendapat dukungan setelah S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil. Respons positif juga terlihat dari penguatan ETF EIDO sebesar 1,10% dan MSCI Indonesia yang naik 2,24%.

Lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,10% pada 2026 dan rata-rata 4,90% selama periode 2026-2029. Selain itu, defisit fiskal diproyeksikan kembali berada di bawah 3% terhadap PDB mulai 2027.

ADVERTISEMENT

Penilaian tersebut didukung oleh posisi utang pemerintah dan utang luar negeri yang relatif terkendali dibandingkan negara dengan peringkat sejenis, serta prospek peningkatan penerimaan negara dan ekspor seiring membaiknya harga komoditas dan implementasi kebijakan pemerintah. Kondisi tersebut turut menjaga biaya pendanaan perusahaan tetap relatif stabil, terutama bagi sektor perbankan, properti, infrastruktur, dan utilitas.

Berita Emiten

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)

ARCI melaporkan realisasi kegiatan eksplorasi sepanjang semester I 2026 dengan nilai investasi sekitar USD5,60 juta. Perseroan telah menyelesaikan 157 titik pengeboran dengan total kedalaman sekitar 45 kilometer di tambang emas Toka Tindung, Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut dijalankan melalui anak usaha Meares Soputan Mining (MSM) dan Tambang Tondano Nusajaya (TTN) pada wilayah konsesi seluas 39.817 hektare yang dipilih berdasarkan hasil eksplorasi sebelumnya.

Hasil pengeboran pada kuartal I 2026 menunjukkan temuan kadar emas hingga 10,20 gram per ton pada interval 4,60 meter di kedalaman 342,30-346,90 meter, serta temuan lain dengan kadar 2,24 gram per ton. Sementara pada kuartal II 2026, ARCI mencatat kadar emas tertinggi mencapai 25,18 gram per ton pada interval 3,10 meter di kedalaman 285,80-288,90 meter, serta kadar 4,25 gram per ton pada interval 23 meter di kedalaman 213,00-236,00 meter.

Berdasarkan data perseroan, cadangan emas saat ini mencapai sekitar 3,90 juta ons dengan kadar rata-rata 1,20 gram per ton, terdiri atas 667 ribu ons cadangan terbukti dan sekitar 3,20 juta ons cadangan terkira.

PT RMK Energy Tbk (RMKE)

RMKE bersiap melaksanakan stock split dengan rasio 1:5 setelah memperoleh persetujuan Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026. Melalui aksi korporasi tersebut, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh akan berubah menjadi 21,88 miliar saham dari sebelumnya 4,38 miliar saham, sementara nilai nominal saham disesuaikan menjadi Rp20 per saham dari sebelumnya Rp100 per saham. Perseroan juga meningkatkan modal dasar menjadi 70 miliar saham dari sebelumnya 14 miliar saham.

Rencana tersebut sebelumnya telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Juni 2026. Sesuai jadwal, perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi berlangsung hingga 16 Juli 2026, sedangkan distribusi saham hasil stock split dijadwalkan pada 21 Juli 2026 yang sekaligus menjadi awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads