Pada perdagangan Senin (26/11/2007), rupiah dibuka stabil pada level 9.355/9.365 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.370 per dolar AS.
Pergerakan rupiah masih akan tergantung pada stabilitas pasar saham dan obligasi. Jika aksi jual kembali melanda saham dan obligasi, maka nilai tukar rupiah bisa kembali terpuruk.
Pada pekan lalu, rupiah bergerak melemah ditengah menguatnya mayoritas mata uang regional atas dolar AS. Bahkan mata uang tunggal euro kembali menguat hingga level tertingginya sepanjang sejarah.
Namun keluarnya aliran modal atau capital outflow akibat gejolak pasar finansial telah menyebabkan rupiah terus tertekan hingga menembus level 9.400 per dolar AS.
(qom/qom)










































