Dari jumlah saham yang dilepas sebanyak 1.662.345.000 saham atau sebesar 30%, porsi asing diberikan hingga 70% dan investor lokal 30%.
"Dari total saham yang akan dilepas ke publik, 70% dialokasikan untuk investor asing. Sisanya, 30% ditujukan bagi investor lokal," kata Presdir PT Dinamika Usahajaya, Kris S Widjojo, usai konferensi pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (26/11/20077).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham yang akan dilepas memiliki nilai nominal Rp 100. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Dinamika Usahajaya dan PT CLSA Indonesia.
Porsi asing, ditetapkan lebih besar karena investor asing memiliki ketertarikan yang lebih tinggi pada sektor properti dan infrastruktur, dibandingkan dengan investor lokal.
"Harga penawaran tidak akan lebih dari Rp 300. Namun kepastian harga penawaran baru bisa diberikan setelah premarketing yang akan dilakukan di Singapura, Hongkong dan Jakarta." kata Presdir CLSA, Swantara Gotama.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk peningkatan kapasitas dan memperkuat struktur permodalan. Komposisinya masing-masing 50%.
"Fokus DGI ke depan akan melakukan ekspansi ke daerah-daerah. Untuk itu kita akan kerjasama dengan pemda," kata Dirut DGI, JB Koesnarno.
Daerah yang menjadi target ekspansi adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Kep Riau, Kaltim, Sulawesi, Papua, Medan, dan Nias.
"Capex ekspansi ke daerah diperkirakan akan mencapai Rp 1,7 triliun, yang akan dilakukan pada 2008. Target pertumbuhan pada 2008 sekitar 65-70%," kata Direktur Keuangan DGI, Laurensius Teguh.
Sementara pada akhir 2007 perseroan menargetkan pendapatan Rp 950 miliar dengan laba bersih Rp 70 miliar.
"Saat ini DGI sedang mengikuti tender di timur tengah. Di Riyadh DGI ikut tender pembangunan apartemen, sedangkan di Bahrain ikut tender perkantoran, masing2 senilai Rp 700 miliar dan Rp 500 miliar," kata Direktur Marketing DGI, Ongky Abdulrahman.
Sementara melalui 4 anak perusahaannya, yaitu PT Duta Graha Living, PT Duta Buana Permata, PT Bajradaya Sentranusa, dan PT Margaraya Jawa Tol, DGI sedang mengembangkan proyek pembangunan infrastruktur. Masing-masing mengerjakan proyek kontraktor interior, pengembang properti, PLTA, dan perator ruas jalan tol di Surabaya. (dro/ir)











































