Perencana keuangan kini mulai dicari-cari investor yang bingung menaruh dananya untuk investasi.
"Perencana keuangan dari tahun ke tahun terus berkembang dan mendapat atensi besar dari masyarakat," kata Chairman Financial Planner Association Indonesia (FPAI) S. Budiharto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan diadakannya acara ini adalah mendorong persiapan lansekap baru bagi industri perencanaan keuangan. Acara kali ini adalah yang keempat kalinya diadakan oleh FPAI," kata S. Budiharto.
Acara yang mengambil tema "Indonesia Towards A New Financial Planning Landscape" ini, merupakan bagian dari gerakan Indonesia Sadar Finansial (INSAF) yang dicanangkan oleh FPAI Senin kemarin (26/11/2007).
"Perencanaan keuangan menjadi aspek penting bagi individu dan korporasi dalam meningkatkan tata kelola keuangan, agar tercapai kemapanan finansial. Dana yang kita miliki harus dioptimalkan agar dapat menjamin kehidupan masa depan kita." kata VP FPAI, Michael Tjoejadi.
Seminar ini mengundang pembicara dari berbagai kalangan, termasuk dari luar negeri, antara lain Fuad Rahmany (Ketua Bapepam-LK), Edi Soegito (Direktur Pencatatan BEJ), Lodewijk Govaerts (CEO ABN Amro Indonesia), Leong Sze Hian (Financial Planner Practisioner Singapore), Nicky Theng (Chairman of DPLK Association), dsb.
Materi yang akan dibawakan oleh pembicara antara lain investasi, client engagement, financial planner, equity invesment in Indonesia, Tax Planning, Risk Management.
Peserta yang hadir dalam seminar ini, terutama para anggota FPAI, antara lain dari perbankan, asset management, perusahaan sekuritas, Tax Planner Firm, institusi pendidikan, dan anggota-anggota individual yang tergabung dalam FPAI. (dro/ir)











































