Dengan harga itu perseroan manargetkan bisa meraup dana hasil IPO Rp 349,09 miliar sampai Rp 498,7 miliar.
"Berdasarkan pre marketing yang dilakukan di Hongkong, Jakarta dan Singapura selama lima hari harga penawarannya sekitar Rp 210 - Rp 300," kata Presiden Direktur Dinamika Usaha Jaya, Kris S Widjojo sebagai penjamin emisi ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (29/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
investor.
"Jadi saham Duta Graha masih bisa naik ketika dilepas ke pasar, karena PER-nya masih di bawah per industri yang sekitar 14 kali sampai 18 kali," kata Kris.
Saat ini, ia menambahkan, penjamin emisi dan manajemen Duta Graha sedang melakukan roadshow ke Singapura, Jakarta dan Hongkong. Menurut dia hasil roadshow ini akan menggembirakan dengan terjadinya kelebihan permintaan yang cukup tinggi.
"Saya yakin kalau oversubscribe, tetapi berapa kalinya tentu belum bisa dijawab," kata Kris.
Sementara dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas serta memperkuat struktur perusahaan. Komposisinya masing-masing 50%.
Saat ini perseroan berfokus pada pembangunan di daerah, bekerja sama dengan pemerintah daerah. Pasalnya pemda memiliki otoritas pembangunan di wilayahnya. Beberapa daerah yang menjadi target adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi, Papua, Medan, dan Nias. (dro/ir)











































