PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 30 Juni 2026, GOTO mencetak laba periode
berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 607,5 miliar.
Pencapaian laba bersih GOTO di paruh pertama tahun 2026 membalikkan kondisi rugi periode periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 580,0 miliar pada semester I tahun 2026. Ini juga menjadi kali kedua GOTO melaporkan pencapaian laba bersih.
Pada kuartal I 2026, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 257,9 miliar. Artinya di kuartal kedua GOTO berhasil mencetak laba sebesar Rp 349,6 miliar dan secara kuartalan GOTO juga mampu meningkatkan laba.
Hal ini ditopang oleh pendapatan bersih GOTO yang tumbuh 28% secara year-on-year (yoy) menjadi nyaris Rp 11 triliun di semester I 2026. Di saat pendapatan bersih GOTO tumbuh 28% yoy, jumlah biaya dan beban GOTO hanya naik 17% yoy dan mencapai Rp 10,2 triliun.
"Pertumbuhan jumlah beban dan biaya tersebut mencakup beban pokok pendapatan, beban umum dan administrasi, beban penjualan dan pemasaran, beban pengembangan produk, beban operasional dan pendukung serta beban penyusutan dan amortisasi," tulis GOTOdalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026)
Pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah beban dan biaya ini mengantarkan induk Gojek dan Gopay ini meraih laba usaha sebesar Rp 782 miliar di sepanjang Januari-Juni 2026. Kondisi tersebut juga berbalik dari semester I 2025 ketika GOTO masih mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 172 miliar.
Hingga 30 Juni 2026, GOTO mencatatkan kas dan setara kas Rp 23,5 triliun. Jumlah aset mencapai Rp 47,5 triliun. Jumlah liabilitas sebesar Rp 18,5 triliun dan jumlah ekuitas Rp 29 triliun.
Simak Video "Video GOTO-Grab Umumkan Tarif Potongan 8% Ojol Berlaku 1 Juli"
(akn/ega)