×
Ad

ETF Emas RI Resmi Diluncurkan

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 10 Agu 2026 12:19 WIB
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEl) resmi meluncurkan exchange traded fund (ETF) Emas dalam acara peringatan diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia ke-49 tahun, Senin (10/8/2026). Potensi instrumen investasi ini disebut dapat mengungguli India dan Singapura.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan nilai ETF Emas global mencapai US$ 526 miliar atau sekitar Rp 9.372 triliun (asumsi kurs Rp 17.821) dengan total kepemilikan emas mencapai 4.047 ton. Kemudian berdasarkan demografi, Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan nilai ETF Emas tertinggi sebesar 200 miliar atau sekitar Rp 3.564 triliun.

Ia menyebut, bullion bank Indonesia telah mengelola sekitar 153 ton dengan nilai sekitar US$ 20 miliar atau sekitar Rp 356,4 triliun. Nilai ini disebut lebih tinggi dibanding emas kelolaan India, yakni sebesar US$ 17,5 miliar atau sekitar Rp 311,82 triliun.

"153 ton adalah US$ 20 miliar. Jadi India sebetulnya bisa kita balap dengan waktu cepat. Jadi kita akan dalam waktu cepat bisa melampaui Singapura dan dengan demikian tentu kita lebih dalam lagi," ungkap Airlangga dalam sambutannya di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Airlangga mengatakan, ETF Emas menghubungkan seluruh stakeholder pasar modal. Menurutnya instrumen ini tidak hanya menambah produk investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas pasar modal.

Airlangga menjelaskan, ETF ini juga dilengkapi Electronic Gold Receipt (EGR) di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai aset fisik emas. Karenanya, ia meminta Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mempertimbangkan pemberian insentif instrumen tersebut.

"Saya mengapresiasi langkah OJK bahwa Electronic Gold Receipt atau EGR merupakan efek yang dapat dicatat sebagai efek dalam portfolio ETF emas. Dan tentu tadi sudah berbicara dengan Pak Wamen Keuangan dan Pak Dirjen (Pajak) yang terkait dengan perlakuan PPn dan PPh Pasal 22 terhadap transaksi EGR," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengatakan instrumen ini telah mengantongi sertifikasi kesesuaian prinsip syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hingga instrumen ini diluncurkan, terdapat lima Manajer Investasi (MI) yang menerbitkan ETF Emas, yakni PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management.

"Ini merupakan salah satu investasi yang merupakan safe haven ya, pelindung di saat mungkin terjadi kemudian volatilitas dan lain sebagainya," jelasnya.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork