BEI akan Evaluasi Kinerja Saham Limpahan dari BES

BEI akan Evaluasi Kinerja Saham Limpahan dari BES

- detikFinance
Senin, 03 Des 2007 18:45 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia akan melakukan evaluasi terhadap saham-saham kategori kecil dari Bursa Efek Surabaya.  

Bursa Efek Indonesia mendapatkan 26 saham limpahan BES,  14 saham status perdagangannya aktif, sementara sisanya sekitar 12 saham statusnya dihentikan sementara (suspensi).

Beberapa diantaranya bahkan pernah ditendang (delisting) dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) karena tak memenuhi ketentuan seperti PT Toba Pulp Lestari Tbk dan PT Bukaka Teknik Utama Tbk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito menjelaskan masuknya kembali saham-saham yang pernah di-delisting oleh BEJ ke papan pengembangan BEI, dikarenakan adanya komitmen antara BEJ dan BES sebelumnya.

"Kita di BEJ menghargai kerja keras dari BES, sehingga terjadi kesepakatan bahwa emiten yang ada di BES akan listing di BEI," ujarnya, Senin (3/12/2007).

Namun begitu, lanjut Eddy, BEI tetap melihat perkembangan emiten itu sebelum mengizinkannya berdagang. Dia mencontohkan PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang saat ini laporan keuangannya masih disclaimer tetap kita suspensi. Sementara PT Toba Pulp yang ternyata kinerjanya mengalami kemajuannya sahamnya kita aktifkan.

"Tetapi kita akan lakukan evaluasi lagi ke depannya," ujar dia.

Dari 14 saham tersebut yang diperdagangkan hari ini, Senin (3/12/2007), yakni PT Duta Kirana Finance Tbk (DKFT), PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW), PT Itamaraya Gold Industri Tbk (ITMA), PT First Media Tbk (KBLV), PT Okansa Capital Tbk (OCAP), PT Okansa Persada Tbk (OKAS), PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI), PT Pelita Sejahtera Abadi Tbk (PSAB), PT Pusako Tarinka Tbk (PSKT), PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD), PT Entertainment International Tbk (SMMT), PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), PT Myoh Technology Tbk (MYOH) dan PT Unitex Tbk (UNTX), hanya dua saham yang ditransaksikan. Dua saham tersebut adalah INRU dan MYOH sementara sisanya tidur.

Sementara 12 saham limpahan yang disuspensi adalah PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO), PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON), PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JASS), PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS), PT Courts Indonesia Tbk (MACO), PT Sara Lee Body Care Indonesia Tbk (PROD), PT Singer Indonesia Tbk (SING), PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), PT Tunas Alfin A Tbk (TALFA) dan PT Tunas Alfin B Tbk (TALFB).

Meski mengakui hal tersebut adalah wajar sebagai konsekuensi merger, Pengamat Pasar Modal Edwin Sinaga menilai otoritas BEI seharusnya melakukan evaluasi dalam beberapa waktu kedepan untuk menentukan mana saja saham limpahan dari BES yang layak dicatatkan di BEI.

"Setelah enam bulan melantai di bursa, saham-saham tersebut harusnya dievaluasi lagi, apakah masih layak listing di bursa atau harus di-delisting," ujarnya.

(ard/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads