"Hasil perhitungan awal jaringan dengan metode cut and replace kurang lebih biayanya US$ 75 juta," kata Direktur umum PGN, Djoko Pramono dalam jumpa pers acara Investor Day Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (4/12/2007).
Sebagian ruas pipa transmisi bawah laut PGN yang dioperasikan PT Transportasi Gas Indonesia (Transgasindo) mengalami tekukan yang kemungkinan mengalami retak dan dikhawatirkan mengganggu keamanan pasokan gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PGN memiliki 60% saham di Transgasindo dan sisanya 40% dimiliki TransAsia Pipeline Pvt Ltd yang merupakan konsorsium dari Conoco Indonesia Holding, Petronas International Corporation, Kalisman Transgasindo dan SPC Indo-Pipeline.
Djoko juga mengatakan, pipa yang rusak tersebut sudah diasuransikan. Namun sampai saat ini perseroan belum dapat memberikan penjelasan penyebab rusaknya pipa itu.
"Penyebab kerusakan baru diketahui setelah pipa itu dibawa ke balai penelitian," katanya.
Ketika ditanya kenapa kerusakan tersebut tidak diinformasikan ke bursa lebih awal, Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengaku karena itu pemeliharaan biasa.
"Itu operasional biasa dan sudah ada penelitian tahunan terhadap pipa, ada operasional dan maintenance biasa," katanya. (ir/qom)











































