Menurut Direktur Keuangan Kimia Farma Rusdi Rosman apresiasi pasar terhadap pengabungan usaha Kimia Farma dan Indofarma akan lebih besar.
"Kalau dipilih mana yang harus digabung, ya semuanya (BUMN) farmasi, tapi kalau bertahap lebih baik dari Indofarma dulu karena apresiasi pasar," ujarnya disela-sela Investor Day BEI di Gedung Bursa Efek Jakarta, Rabu (5/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau digabung kami jadi tidak compete (bersaing) dan tidak banting-bantingan harga," kata Rusdi.
Meski diakui besarnya porsi bisnis obat generik kedua perusahaan bisa menghambat kinerja akibat adanya regulasi pemerintah mengenai penetapan harga, peluang bisnis baru masih luas jika kedua perusahaan digabung. Saat ini 80% bisnis Indofarma berada di obat generik sementara Kimia Farma 60%.
Rusdi memprediksi kapitalisasi pasar Kimia Farma dan Indofarma akan meningkat sedikitnya 6% akibat positifnya respons pasar terhadap penggabungan kedua perusahaan tersebut.
"Pasti apresiasi pasar sedikitnya 6% kalau dua perusahaan ini digabung," tambahnya.
Menurut Rusdi, kapitalisasi pasar dua perusahaan tersebut bisa mencapai Rp 2,7 triliun dari kapitalisasi pasar kedua perusahaan Rp 2,3 triliun.
Sebelumnya Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, pada tahap awal Kimia Farma akan merger dengan Biofarma dan selanjutnya hasil merger itu akan mengakuisisi Phapros. Sedangkan Indofarma nasibnya belum diputuskan.
(ard/ir)











































