Market Overview
Pergerakan saham emiten menjadi perhatian di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (24/8/2026). IHSG turun 0,37% ke posisi 6.501,67.
Saham EMAS justru menguat 10,44%, disusul BRMS sebesar 5,04% dan MORA naik 1,90%. Di sisi lain, sejumlah saham dengan kapitalisasi besar mengalami tekanan. BYAN turun 3,21%, BBRI melemah 1,55%, dan BBCA terkoreksi 0,78%.
Tekanan pasar juga terlihat dari aktivitas investor asing. Asing membukukan net sell Rp556,22 miliar di pasar reguler dan net sell Rp350,71 miliar jika dihitung di seluruh pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir melemah. Sektor Healthcare mencatat penurunan 1,59%, sementara Basic Materials menjadi sektor yang mencatat kenaikan 1,38%.
Dari bursa Amerika Serikat, perdagangan ditutup positif. Dow Jones naik 0,30% ke level 53.577, S&P 500 bertambah 0,32% ke 7.677, dan Nasdaq menguat 0,66% ke 26.151.
Pelaku pasar juga mencermati rencana rebalancing FTSE pada September 2026. Perubahan komposisi indeks berpotensi mendorong aksi jual dari passive funds terhadap saham Indonesia yang keluar dari indeks. Meski demikian, ETF EIDO yang menjadi salah satu indikator eksposur saham Indonesia di pasar AS masih naik 1,11%.
Baca juga: IHSG Ditutup Melemah di Level 6.500 |
Berita Emiten
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
PGEO tengah menambah kapasitas pembangkit panas bumi melalui dua proyek bottoming unit. Perseroan mengembangkan PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW di Lampung dan PLTP Lahendong Bottoming Unit sebesar 15 MW di Sulawesi Utara.
Kedua proyek tersebut akan menambah kapasitas terpasang PGEO sebesar 45 MW dan ditargetkan memasuki tahap operasi komersial pada 2028.
PGEO juga memperoleh mandat eksplorasi panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Sumatra Barat. Wilayah tersebut memiliki luas 29.897 hektare dengan potensi awal sekitar 77 MWe. Potensi itu diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40.000 rumah tangga.
Selain proyek tersebut, PGEO masih mengembangkan beberapa proyek panas bumi lainnya, yakni PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7β8 dan Binary Unit di Sulawesi Utara, serta proyek Gunung Tiga di Lampung.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
EMAS melalui PT Pani Industri Nusantara (PIN) menyiapkan dana Rp2,45 triliun hingga Rp2,70 triliun untuk pembangunan fasilitas pengolahan emas Carbon-in-Leach (CIL) di Tambang Pani, Gorontalo.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan mesin, peralatan, serta jasa konsultasi pembangunan fasilitas pengolahan. Kehadiran fasilitas CIL ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan bijih Tambang Pani dari tahap awal 8 juta ton menjadi 12 juta ton per tahun.
Jika beroperasi pada kapasitas penuh, Tambang Pani diproyeksikan memiliki kemampuan produksi sekitar 500.000 ounces emas per tahun.
Dari pergerakan saham, EMAS masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level Rp9.050. Sinyal tersebut didukung oleh peningkatan volume perdagangan dan indikator stochastic yang bergerak mengarah ke atas.
PT Satu Visi Putra Tbk (VISI)
VISI menyiapkan aksi private placement dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 307,5 juta lembar. Jumlah tersebut setara maksimal 10% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Aksi tersebut dapat menyebabkan dilusi hingga 10% bagi pemegang saham yang tidak mengambil bagian dalam private placement.
Dana yang diperoleh akan diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung pengembangan bisnis perseroan maupun entitas anak. Salah satu rencana penggunaannya adalah penyertaan saham pada Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan.
Nilai penyertaan saham pada HMBC mencapai Rp286 miliar. Berdasarkan perjanjian CSSA dan CSPA, transaksi tersebut akan memberikan VISI kepemilikan sebesar 72,91% pada HMBC.
Private placement dapat dilaksanakan dalam jangka waktu maksimal dua tahun sejak RUPS Independen yang dijadwalkan pada 30 September 2026.
Baca juga: Rekomendasi Saham Hari Ini saat IHSG Menguat |
Rekomendasi Saham Hari Ini
ADRO - Buy 2600-2620 | TP 2650-2700 | SL 2500
SSIA - Buy 1880-1890 | TP 1920-1950 | SL 1780
TOWR - Buy 450-454 | TP 460-468 | SL 430
NRCA - Buy 575-585 | TP 600-610 | SL 550
ASGR - Buy 1900-1910 | TP 1950-1970 | SL 1810
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
(ang/ang)









































