IHSG Melemah Tipis, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Melemah Tipis, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

- detikFinance
Senin, 31 Agu 2026 08:45 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
IHSG Melemah Tipis, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Perkembangan tersebut terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak relatif datar pada perdagangan Jumat (28/8/2026). IHSG ditutup turun 0,06% ke level 6.518,12.

Dari jajaran saham yang banyak mempengaruhi pergerakan indeks, BBCA naik 1,17%, BBRI menguat 1,27%, dan MORA bertambah 5,66%. Sebaliknya, BYAN turun 2,83%, TLKM melemah 1,53%, dan IMPC terkoreksi 6,57%.

Investor asing mencatatkan net sell Rp442,38 miliar di pasar reguler. Jika memperhitungkan seluruh pasar, nilai penjualan bersih investor asing mencapai Rp482,24 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara sektoral, delapan dari 11 sektor saham berakhir melemah. Sektor industrials turun 1,41%, sedangkan sektor financials menjadi sektor yang menguat dengan kenaikan 0,67%.

Pergerakan pasar global juga menjadi perhatian. Bursa Amerika Serikat ditutup melemah, dengan Dow Jones turun tipis 0,02% ke 53.559, S&P 500 turun 0,25% ke 7.711, dan Nasdaq terkoreksi 0,52% ke 26.402.

ADVERTISEMENT

Investor juga mencermati rebalancing MSCI Agustus 2026. Perubahan tersebut berlaku setelah perdagangan 31 Agustus dan efektif mulai 1 September. Dalam rebalancing ini, GOTO keluar dari Global Standard, CPIN turun ke Small Cap, sementara sembilan saham keluar dari indeks Small Cap. Sementara itu, ETF EIDO masih naik 0,16% dan indeks MSCI Indonesia menguat 0,51%.

Berita Emiten

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

ANTM mencatat laba bersih Rp6,91 triliun sepanjang semester I-2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan laba Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ANTM juga naik menjadi Rp62,71 triliun dari Rp59,01 triliun.

Emas menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan. Penjualan dari segmen tersebut mencapai Rp50,39 triliun atau sekitar 80% dari total penjualan ANTM.

Dari bisnis nikel, ANTM membukukan penjualan Rp10,41 triliun. Produksi bijih nikel tercatat 7,78 juta wet metric ton (wmt), sementara penjualannya mencapai 6,77 juta wmt. Produksi feronikel tercatat 7.788 ton nikel (TNi).

Untuk segmen bauksit dan alumina, penjualan mencapai Rp1,88 triliun. Produksi bauksit tercatat 1,28 juta wmt dengan penjualan 1,26 juta wmt. Sementara itu, produksi alumina mencapai 100.257 ton dan penjualan tercatat 100.437 ton.

Dari sisi teknikal, saham ANTM memiliki risiko bergerak menuju area Rp3.100. Kondisi tersebut terlihat dari indikator stochastic yang mengarah turun serta adanya bearish divergence.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)

TOBA terus mengembangkan lini bisnis di luar batu bara. Pada semester I-2026, bisnis hijau menyumbang 66,5% terhadap pendapatan perseroan.

Kontribusi tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan bisnis batu bara yang menyumbang 31,4% pendapatan.

Salah satu penopang bisnis hijau TOBA berasal dari pengelolaan limbah. Segmen tersebut menghasilkan pendapatan US$105,9 juta dan memberikan kontribusi 92% terhadap EBITDA perseroan.

TOBA juga menyiapkan ekspansi ke depan. Perseroan menargetkan kapasitas pengumpulan limbah lebih dari 1 juta ton per tahun dan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$200 juta untuk pengembangan bisnis berkelanjutan.

Pada sektor energi terbarukan, TOBA menargetkan kapasitas lebih dari 500 MW pada 2030. Sementara melalui Electrum, perseroan menargetkan jumlah kendaraan listrik yang mencapai lebih dari 500.000 unit pada tahun yang sama.

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

HATM berencana melakukan private placement dengan menerbitkan maksimal 640 juta saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp500 per saham. Dengan harga tersebut, HATM berpotensi memperoleh dana sekitar Rp320 miliar.

Harga pelaksanaan tersebut setara dengan 90,50% dari rata-rata harga penutupan saham HATM selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler. Dana hasil aksi korporasi akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal, termasuk penambahan armada kapal. Selain itu, dana tersebut dapat digunakan untuk pembayaran pinjaman bank.

Berdasarkan proforma per 31 Maret 2026, ekuitas HATM diproyeksikan meningkat dari Rp1,61 triliun menjadi Rp1,93 triliun. Total aset juga diproyeksikan naik dari Rp1,89 triliun menjadi Rp2,21 triliun.

Namun, aksi tersebut akan membuat kepemilikan pemegang saham lama terdilusi secara proporsional. Tingkat dilusi diperkirakan maksimal 6,87% sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan.

Private placement dapat dilakukan hingga akhir Desember 2026, terhitung sejak RUPSLB yang menyetujui PMTHMETD pada 21 Agustus 2026. Pelaksanaan private placement dijadwalkan pada 4 September 2026, sedangkan pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 7 September 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads