Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan Senin (10/12/2007), PT Indo Tambagraya Megah Tbk akan melepas 225.985.000 lembar saham atau sekitar 20% saham ke publik.
Harga saham yang dilepas tersebut tergolong cukup mahal dibandingkan perusahaan pertambangan lainnya. Seperti Bumi Resources yang berkisar pada Rp 4.000, PT BA yang berkisar 9.800, Darma Henwa Rp 590.
Namun perseroan sebelumnya telah menyatakan optimismenya kendati harga sahamnya cukup tinggi. Menurut Direktur Keuangan PT ITM, harga yang tinggi itu disebabkan karena nilai yang tinggi dan harga batubara yang sedang naik.
Saham perusahaan pertambangan ini rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Desember 2007. Masa penawaran awal dilakukan 11-13 Desember.Β Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT UBS Securities Indonesia.
Saat ini, kepemilikan saham PT Indo Tambangraya dikuasai oleh PT Centralink Wisesa International (99,99%) dan PT Sigma Buana Cemerlang (0,01%). Ba
Banpu Public Company Ltd melalui anak usahamnya memiliki 95% saham di Centralink dan 5% di SBC. Setelah penawaran umum kepemilikan publik 20% dan Centralink menjadi 77,6% dan SBC 2,4% secara langsung dan 3,88% melalui Centralink.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha di bidang pertambangan batubara dan pembangkit listrik (70%) dan kebutuhan umum perseroan termasuk untuk pelunasan utang (30%). Per 30 Juni 2007, perseroan masih memiliki kewajiban dengan total US$ 365.558.000.
Kinerja perseroan per 30 Juni, perseroan berhasil mencetak laba sekitar US$ 22.683.000, dengan penjualan bersih US$ 315.687.000.
PT Indo Tambangraya Megah memiliki saham mayoritas di 5 perusahaan tambang Indonesia yaitu Trubaindo Coal Mining, Indominco Mandiri, Kitadin Corporation, Jorong Barutama Greston dan Bharinto Ekatama.
(qom/qom)











































