Adhi Karya Buka Suara Usai Diminta Tutup Semua Anak Usaha

Adhi Karya Buka Suara Usai Diminta Tutup Semua Anak Usaha

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2026 18:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) buka suara usai diminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menutup seluruh anak-cucu usaha. Danantara dan BP BUMN diketahui adalah pemegang saham Seri A dan Seri B terbanyak perseroan.

Direktur Portofolio Bisnis dan Manajemen Risiko Adhi Karya, Rozi Sparta, menjelaskan streamlining atau pemangkasan entitas usaha perseroan akan dilakukan melalui skema divestasi perusahaan afiliasi. Proses tersebut ditargetkan mulai memberikan hasil pada akhir 2026.

"Sesuai dengan arahan dan aspirasi dari pemegang saham seri A dan seri B terbanyak bahwa Adhi Karya diminta untuk back to core sehingga beberapa perusahaan yang tidak relevan dengan core itu diminta untuk dilakukan streamlining, streamlining-nya adalah salah satunya bagaimana Adhi Karya saat ini mendorong terkait dengan perusahaan afiliasi ini untuk segera dilakukan divestasi," ungkap Rozi dalam acara Public Expose secara virtual, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rozi menjelaskan, Adhi Karya memiliki 18 entitas usaha yang terdiri dari tujuh anak usaha, satu cucu usaha dan 10 usaha afiliasi. Belasan entitas usaha tersebut berasal dari sektor properti, pembangunan gedung, pengelolaan jalan tol.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Adhi Karya Moeharmein Zein Chaniago, menjelaskan perseroan diminta untuk kembali fokus pada bisnis kontraktor. Hal ini menjadi dasar untuk dilakukannya pemangkasan entitas usaha Adhi Karya.

"Sejalan dengan aspirasi pemegang saham, kami untuk kembali berfokus pada bisnis inti, core bisnisnya yaitu kontraktor, construction only, serta kami juga sedang melakukan penataan anak usaha yang juga sedang dilakukan," jelasnya.

Zein mengatakan, Adhi Karya akan melakukan divestasi terhadap tiga anak usaha pada tahun ini. Sementara itu, divestasi terhadap entitas usaha lainnya akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh proses ditargetkan rampung pada 2027.

"Pada 2026 ini mungkin akan bisa kita divest paling tidak tiga perusahaan, anak perusahaan dan seterusnya dalam waktu secepatnya tidak lewat dari tahun 2027, sisanya juga akan kita lakukan program divestasi tersebut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, meminta Adhi Karya untuk tidak membuka anak usaha baru. Pasalnya setiap membentuk anak usaha, entitas usaha tersebut bermasalah.

"Tidak ada lagi, ini kan sudah kita lihat nih, setiap bikin anak perusahaan semuanya bermasalah. Jadi stop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru dan Adhi fokus pada kontraktor," tegas Dony dalam unggahan resmi Instagram @bumn_id, Jumat (4/9/2026).

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads