Pasar saham global khawatir karena belum ada tanda-tanda pulihnya ekonomi AS. Terbukti bank sentral AS harus menggandeng bank sentral Eropa, Inggris, Kanada dan Swiss untuk memperkuat likuiditas di pasar.
Sentimen negatif lainnya adalah kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh lagi level US$ 94 per barel atau naik US$ 4 dalam satu hari di perdagangan New York Rabu (12/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 9,572 poin (1,55%) ke level 607,657 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 8,507 poin (1,69%) menjadi 495,418.
Perdagangan hari ini ini mencatat transaksi 57.059 kali, dengan volume 3,901 miliar unit saham, senilai Rp 5,110 triliun. Sebanyak 38 saham naik, 155 saham turun dan 55 saham stagnan.
Saham-saham yang terjun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 900 menjadi Rp 27.450, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 300 menjadi Rp 16.100, Telkom (TLKM) turun Rp 300 menjadi Rp 10.650, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 3.450 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 5.900.
Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di top gainer adalah, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 100 menjadi Rp 3.425, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 50 menjadi Rp 5.350 dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 7.450.
(ir/ddn)











































