"Total investasi tahun depan Rp 400-500 miliar untuk pembukaan 11 cabang baru dan pengoperasioan sistem online trading," kata Presiden Direktur Reliance Josep Ginting dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Jumat (14/12/2007).
Selain menerbitkan obligasi, pendanaan ekspansi akan berasal dari dana kas internal sebesar Rp 60 miliar dan sisanya dari pinjaman perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan online trading kami optimistis bisa menjaring sedikitnya 20 ribu nasabah baru. Saat ini jumlah nasabah Reliance sekitar 2.750 nasabah," kata Wakil Presiden Direktur Reliance Nicky Hogan.
Penambahan nasabah tersebut akan mendongkrak transaksi harian perseroan sebesar dua kali lipat menjadi Rp 200 miliar. Tahun depan perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 250 miliar dibanding target tahun ini Rp 90 miliar.
Dalam kesempatan yang sama Josep juga mengatakan perseroan berencana untuk melakukan stock split untuk meningkatkan likuiditas sahamnya. Saat ini saham Reliance tidak likuid.
"Memang ada rencana stock split tapi belum bisa dikatakan," ujarnya.
Saat ini komposisi pemegang saham perseroan terdiri dari Asuransi Reliance Indonesia sebesar 54%, Reliance Financial Holding Ltd 23% dan publik 22%.Β
(ard/ir)











































