×
Ad

IHSG Anjlok 1% ke 6.320, Ini Biang Keroknya

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2026 11:44 WIB
Ilustrasi/Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah setelah sempat menguat di awal perdagangan dan berada di level 6.400-an. Tak lama berselang, indeks saham RI turun lebih dari 1%.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG melemah 1,02% ke level 6.320,07 pukul 11.22 WIB. Indeks saham sempat anjlok ke level terendah secara intraday pada posisi 6.277,68 setelah menyentuh level tertingginya pada level 6.423,83 di awal pembukaan perdagangan.

Pelemahan ini dipicu oleh sentimen pelemahan rupiah seiring meningkatnya eskalasi konflik geopolitik dan arah kebijakan Bank Indonesia (BI). Selain itu, kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) juga disebut menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG hari ini.

Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, pelaku pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 22-23 September. Perhatian pelaku pasar tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga acuan atau BI-Rate, tetapi juga pada arahan BI terkait stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain itu, pasar juga akan mencermati seberapa besar ruang pelonggaran kebijakan moneter yang masih dimiliki BI di tengah kondisi suku bunga global yang diperkirakan bertahan tinggi dalam waktu lebih lama (higher for longer). Guidance BI mengenai arah kebijakan ke depan dinilai dapat menjadi sentimen bagi pergerakan pasar.

"Fokus pasar bukan hanya keputusan BI-Rate, tetapi juga guidance BI terkait stabilitas Rupiah dan ruang pelonggaran moneter di tengah higher-for-longer global," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (22/9/2026).

Selain itu, pasar juga tengah mencermati harga minyak dunia Brent yang saat ini kembali naik pada level US$ 100,57 per barel. Di sisi lain, pasar juga tengah mencermati pergerakan rupiah yang saat ini mengalami tekanan dengan kurs transaksi BI per 22 September di level Rp17.902.

"Kombinasi oil dan rupiah tetap menjadi perhatian IHSG," terang riset tersebut.

Kebijakan penghapusan minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 juga menjadi biang kerok pelemahan IHSG. Pasalnya, kebijakan ini disebut akan memberi dampak negatif terhadap 46 saham dengan nilai terendah di BEI.

"BEI akan menghapus batas minimum Rp50 menjadi Rp1 mulai 28 September 2026. Perubahan ini terutama berdampak pada saham berharga rendah; 46 saham yang saat ini berada di Rp50 akan memiliki ruang perdagangan di bawah level tersebut," tutup riset tersebut.

Sementara berdasarkan riset MNC Sekuritas, nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG. Di sisi lain, pasar juga menanti hasil RDG BI di tengah tightening dari bank sentral lainnya seperti ECB, The Fed, dan BoJ.

Eskalasi geopolitik yang terjadi pada Rusia dan Ukraina rencana perundingan AS-Iran serta kunjungan kontingen China ke AS juga menjadi perhatian pasar. Terpantau harga minyak mentah naik tipis pada rentang US$ 92 hingga US$ 101 per barel.

"Dari sisi teknikal, area 6,290 sekaligus MA60 sudah tercapai oleh IHSG. Area support berikutnya dapat dicermati 6.279, apabila break maka IHSG akan mengarah ke 6.186-6.201 sekaligus menutup gap-nya," ungkap riset MNC Sekuritas.




(ahi/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork