Pada perdagangan Selasa (18/12/2007), rupiah dibuka langsung melemah hingga level 9.425 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.410 per dolar AS.
Pengamat valas Farial Anwar mengatakan, salah satu pemicu pelemahan rupiah adalah permintaan dolar AS yang terus meningkat menjelang libur panjang. Hari-hari yang pendek selama pekan ini dimanfaatkan investor untuk mencukupi kebutuhan dolar AS untuk pembayaran bunga ataupun impornya.
Rupiah juga tertekan ditengah melemahnya bursa saham akibat faktor regional. Beberapa mata uang regional juga tercatat terus melemah atas dolar AS.
Faktor regional itu telah menyebabkan aliran modal kembali keluar, yang terlihat dari aksi jual di obligasi dan pasar saham.
Sementara di pasar New York, dolar AS kembali menguat atas euro. Tercatat euro berada di posisi 1,4399 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4429 dolar.
(qom/qom)











































