Pasar Modal Himpun Dana Rp 169 Triliun hingga September

Pasar Modal Himpun Dana Rp 169 Triliun hingga September

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2026 15:07 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 169,5 triliun dari 148 emisi sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut menunjukkan pasar modal masih menjadi salah satu pilihan perusahaan untuk mendapatkan sumber pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan masih ada sejumlah perusahaan yang mengantre untuk melakukan penawaran umum. Total nilai emisi dari antrean tersebut mencapai Rp 27,61 triliun.

"Di dalam pipeline, di tempat kami (OJK) dan di tempat Pak Jeffrey (Direktur Utama Bursa Efek Indonesia) di Bursa, masih ada permintaan untuk fundraising sebesar Rp 27,61 triliun," ungkap Hasan dalam sambutannya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi permintaan, minat investasi di pasar modal dinilai masih kuat meski sepanjang tahun ini pasar menghadapi berbagai dinamika dan tekanan. Hal itu terutama terlihat dari pertumbuhan jumlah investor ritel domestik.

ADVERTISEMENT

Setelah menembus 20 juta investor pada akhir tahun lalu, jumlah investor pasar modal kini telah mencapai 32,17 juta Single Investor Identification (SID). Artinya, jumlah investor bertambah lebih dari 12 juta dalam setahun.

"Kenaikan yang sangat impresif, dalam setahun naik lebih dari 12 juta dan ini belum sampai ke akhir tahun atau sampai saat ini sudah naik di angka 57,96%," jelasnya.

Di sektor keuangan derivatif, OJK mencatat 113 pihak telah memperoleh persetujuan prinsip. Sementara itu, volume transaksi tercatat mencapai 379.443 lot sepanjang tahun ini.

Adapun di bursa karbon, sebanyak 160 pengguna jasa telah terdaftar. Volume transaksi tercatat mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 93,97 miliar.

"Kami juga menyediakan sarana di sektor keuangan derivatif dan juga Bursa Karbon yang juga tercatat terjaga dengan baik aktivitasnya di tahun ini," pungkasnya.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads