×
Ad

Terancam Turun Kasta, Pasar Modal RI Bisa Selevel Zimbabwe

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2026 11:13 WIB
Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Penyedia indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), tengah mempertimbangkan untuk menurunkan status klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Jika hal ini benar dilakukan, maka pasar modal Indonesia akan berada dalam klasifikasi paling rendah setara dengan Zimbabwe dan Palestina.

Dalam situs resmi MSCI dijelaskan, bahwa klasifikasi pasar merupakan masukan kunci dalam penyusunan indeks saham. Dengan mengelompokkan pasar berdasarkan karakteristik umum, lembaga penyedia indeks itu membantu investor untuk lebih memahami dan membandingkan berbagai pasar modal dari berbagai negara.

Selain itu, klasifikasi pasar MSCI mencakup tinjauan aksesibilitas pasar yang bertujuan untuk mencerminkan pengalaman nyata investor dalam mengakses dan bertransaksi di setiap pasar, di samping analisis terperinci dan menyeluruh tentang kerangka peraturan yang ada.

Dalam hal ini, setiap bulan Juni MSCI pertama kali akan mengumumkan hasil tinjauan aksesibilitas pasar tahunan yang mencakup semua pasar dalam lingkup investasi lembaga itu. Tak lama setelah itu, MSCI akan mengumumkan hasil tinjauan klasifikasi pasar tahunan dari setiap negara yang tersedia.

"Tinjauan klasifikasi pasar tahunan dirancang untuk memastikan bahwa indeks MSCI secara akurat mengelompokkan pasar ekuitas yang diukurnya agar investor dapat membandingkan pasar dan menggabungkan pasar secara tepat ke dalam wilayah dan kombinasi lainnya," tulis MSCI dalam situs resminya, dikutip Kamis (16/10/2026).

"Kami juga bertujuan untuk memberikan pemberitahuan yang cukup kepada investor dan pasar tentang potensi perubahan untuk meminimalkan dampaknya," sambung lembaga penyedia indeks tersebut.

Dalam pelaksanaannya, MSCI membagi pasar modal berbagai negara dalam beberapa kelas secara berurutan dari yang paling tinggi ke rendah yakni Developed Markets, Emerging Markets, Frontier Markets, Advanced Frontier Markets dan Standalone Markets.

Saat ini Indonesia masih berada di Emerging Market bersama sejumlah negara lain seperti Brazil, Chili, Mesir, Colombia, Peru, Polandia, Qatar, Arab Saudi, China, India, Korea, Malaysia, Thailand, dan masih banyak lagi.

Sementara jika klasifikasi Indonesia jatuh ke level Standalone Market yang berada di kelas paling bawah, maka pasar modal Garuda akan setara dengan negara-negara seperti Argentina, Jamaica, Panama, Lebanon, Nigeria, Palestina, Ukraina, hingga Zimbabwe.

Sebagai informasi, MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Hal ini terjadi karena akibat kekhawatiran berkelanjutan terkait aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia.

Rencana penurunan tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.

"MSCI akan mengumumkan keputusan final paling lambat akhir Juni 2027 dan dapat memberikan pembaruan sementara mengenai masukan pelaku pasar selama periode konsultasi," tulis pengumuman MSCI.

Dalam pengumuman itu, MSCI melaporkan pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kelayakan investasi di pasar saham Indonesia. Kekhawatiran tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang terus dinilai tidak transparan serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi.

MSCI memperkirakan melanjutkan rencana reklasifikasi tersebut, kecuali hasil konsultasi menunjukkan bukti yang jelas mengenai perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar yang dapat menjadi dasar untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.




(igo/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork