Di Bawah 5.000, IHSG Kembali ke Era SBY & COVID-19

Di Bawah 5.000, IHSG Kembali ke Era SBY & COVID-19

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 19 Okt 2026 12:12 WIB
Tekanan di pasar saham Indonesia berlanjut pada awal perdagangan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 4,31% ke level 4.961,87 pada Senin (19/10/2026), di tengah pemberlakuan batas Auto Rejection Bawah (ARB) sebesar 7% oleh Burs
Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level terendahnya sejak 10 tahun terakhir. Saat ini indeks saham diketahui melemah 5,18% ke level 4.916,60 sejak awal pembukaan perdagangan pagi tadi, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan data Stockbit, level IHSG saat ini setara dengan posisi indeks pada 2016, saat Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menjalani tahun kedua masa jabatan pertamanya. Kala itu, IHSG melemah 1,33% turun ke level 4.916,74 pada 6 Juli 2015.

Kemudian masih di era yang sama, IHSG juga sempat melemah pada awal masa Covid-19. Kala itu indeks saham juga langsung melemah 5,01% ke level 4.895,75 pada 12 Maret 2020.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jauh sebelum itu, IHSG saat ini setara dengan All Time High (ATH) yang dicapai pada era akhir kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tepatnya pada tahun 2013. Saat itu, IHSG menguat 0,40% ke level 4.919,43 pada 2 April 2013.

ADVERTISEMENT

Kemudian saat ini, IHSG berada di level 4.922,17 pukul 11.30 WIB. IHSG melemah hingga 43,09% sepanjang tahun 2026. Kapitalisasi pasar bursa saham RI saat ini juga tercatat sebesar Rp 8.736,59 triliun.

Sebagai informasi, pelemahan IHSG hari inu merupakan lanjutan dari respons pasar terhadap pengumuman MSCI pada Jumat (19/10/2026). Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih rawan terkoreksi. Pihaknya menetapkan area support indeks saham di level 5.092 dengan posisi resist pada 5.295 Senin besok.

"Untuk Senin, kami perkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support 5.092 dan resist 5.295," ungkapnya kepada detikcom, Minggu (18/10/2026).

MNC Sekuritas mencatat tiga sentimen penting yang akan mempengaruhi gerak IHSG besok. Tiga sentimen tersebut adalah pengumuman MSCI, nilai tukar rupiah, dan rilis data makroekonomi ekonomi China.

"Kami perkirakan dipengaruhi oleh (1) Respon lanjutan terhadap proposal MSCI; (2) Posisi Rupiah yang saat ini cenderung tertekan terhadap USD; (3) Investor akan mencermati PDB China, apabila menguat maka implikasinya ke Indonesia dapat dikatakan positif bagi komoditas," jelasnya.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads