BEI & MSCI Bahas Bursa Saham RI Terancam Turun Kasta, Apa Hasilnya?

BEI & MSCI Bahas Bursa Saham RI Terancam Turun Kasta, Apa Hasilnya?

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 19 Okt 2026 18:21 WIB
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, bicara soal pertemuan dengan MSCI hari ini, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut digelar untuk mengklarifikasi pengumuman MSCI terkait reklasifikasi status Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.

Pertemuan tersebut digelar sekitar pukul 15.30 WIB melalui sambungan online platform Zoom Meeting. Jeffrey mengaku banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Menyusul pengumuman yang disampaikan oleh MSCI hari Jumat kemarin, hari ini kami telah bertemu secara online dengan MSCI, membicarakan banyak hal," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Jeffrey mengaku tidak bisa menjabarkan rinci apa yang menjadi diskusi BEI dengan MSCI. Berdasarkan kesepakatan BEI-MSCI, kesimpulan dari pertemuan tersebut tidak dapat disampaikan ke publik.

ADVERTISEMENT

"Seperti yang kami sampaikan tadi, detail maupun kesimpulan dari pertemuan tadi, atas kesepakatan bersama tidak dapat kami ungkap kepada publik," jelasnya.

Jeffrey menambahkan, pertemuan lanjutan dengan MSCI masih akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan. Bahkan, ia menyebut pertemuan juga akan dilakukan bersama lembaga lainnya seperti FTSE Russell hingga investor global.

"Kalau diskusi dengan MSCI, dengan FTSE, dan dengan global investors, akan terus kami lakukan," pungkasnya.

Sebagai informasi, MSCI pada Jumat (16/10) mengumumkan opsi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Hal tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.

Dalam pengumuman MSCI, potensi penurunan status ini terjadi karena kekhawatiran berkelanjutan terkait aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia. Pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kelayakan investasi di pasar saham Indonesia.

"Kekhawatiran tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang terus dinilai tidak transparan serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi," tulis pengumuman MSCI dikutip Jumat (16/10).

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads