Prabowo Beri Pesan Keras buat MSCI

Prabowo Beri Pesan Keras buat MSCI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2026 05:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Sidang tersebut untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang dan evaluasi program kerja pemerintah serta menandai dua tahun masa kerja Kabinet Merah Putih Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Jakarta -

Pesan keras disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada MSCI. Peringatan ini disuarakan Prabowo merespons pengumuman MSCI yang membuka potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia.

Prabowo menilai apa yang dilakukan MSCI adalah gangguan bagi bangsa Indonesia. Peringatan MSCI diartikan olehnya sebagai langkah menakut-nakuti bangsa Indonesia. Dia mengatakan, Indonesia tak takut siapapun.

"Gangguan masih banyak kita terus dihadang, ada apa itu, macam-macamlah, MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan ke MSCI, 'Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!'," kata Prabowo dalam rapat kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Indonesia punya kekuatan dan keberanian. Bangsa Indonesia tidak akan menyerah pada ancaman MSCI.

ADVERTISEMENT

"Kita tidak takut, kita punya kekuatan dan keberanian, dan kita rela berkorban dan kita tidak kenal menyerah, Saudara sekalian. Kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran dan kita akan lebih hemat lagi," sebut Prabowo.

Dalam keterangan resminya, MSCI menyatakan akan mempertimbangkan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Langkah ini didasari kekhawatiran yang berkelanjutan mengenai aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar.

Pelaku pasar global menilai struktur kepemilikan saham Indonesia masih belum transparan, ditambah kekhawatiran mengenai dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi.

Keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027, setelah periode konsultasi berakhir pada 30 April 2027. Sementara itu, MSCI tetap membekukan sejumlah perubahan indeks Indonesia, termasuk kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

MSCI juga tidak akan menambahkan saham Indonesia ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI) maupun menaikkan saham ke segmen indeks berdasarkan kapitalisasi pasar. Saham yang teridentifikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) tetap akan dikeluarkan.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads