Bos Bursa Ungkap Status Pasar Modal RI Usai Bicara dengan FTSE Russell

Bos Bursa Ungkap Status Pasar Modal RI Usai Bicara dengan FTSE Russell

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 26 Okt 2026 09:38 WIB
Konferensi pers Bursa Efek Indonesia (BEI)
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menggelar pertemuan secara daring dengan FTSE Russell pada Jumat (23/10) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, lembaga penyedia indeks saham global itu mempertahankan status pasar modal RI di Secondary Emerging Market.

Dalam pertemuan tersebut, Jeffrey menjelaskan terkait perkembangan reformasi pasar modal yang telah dijalankan yang mencakup tiga aspek utama, yakni transparansi, likuiditas, dan pengawasan (surveillance).

"FTSE menyampaikan apresiasi atas apa yang sudah dilakukan di pasar modal Indonesia," ungkap Jeffrey dalam konferensi persnya di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Jeffrey juga kembali mempertanyakan status pasar modal RI di FTSE. Lembaga tersebut pun menegaskan bahwa Indonesia tetap berstatus sebagai Secondary Emerging Market.

ADVERTISEMENT

"FTSE menegaskan bahwa di dalam report mereka di tanggal 6 Oktober secara jelas sudah disampaikan, bahwa FTSE menetapkan Indonesia di Secondary Emerging Market," tegasnya.

Jeffrey menambahkan, FTSE juga tidak dimasukkan RI ke dalam daftar pantauan (watchlist) reklasifikasi status. Menurutnya, hal ini menjadi bentuk apresiasi FTSE terhadap reformasi yang dilakukan.

"Indonesia tidak dimasukkan ke dalam watchlist dan tentu itu adalah konfirmasi yang sangat kuat, yang disampaikan oleh FTSE dan apresiasi yang diberikan atas reformasi yang kita lakukan," pungkasnya.



(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads