Rencana Baru BEI Sikat Saham Gorengan

Rencana Baru BEI Sikat Saham Gorengan

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2026 07:00 WIB
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik.Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat pengawasan saham gorengan dengan langsung investigasi emiten yang terindikasi melakukan manipulasi harga.

Langkah ini memangkas tahapan pengawasan yang selama ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pengumuman Unusual Market Activity (UMA), suspensi perdagangan, hingga tindakan lanjutan lainnya.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya akan langsung memulai investigasi begitu menemukan indikasi awal manipulasi harga saham. Proses penelusuran tersebut juga akan disertai pengumuman kepada publik sebagai bentuk transparansi pengawasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak lagi akan banyak memberikan immediate action atau UMA, tetapi dengan teknologi pengawasan yang kami miliki, yang juga teknologi yang sama ini digunakan di banyak bursa lain di dunia, kami bila mendeteksi indikasi awal adanya praktik-praktik manipulasi atau upaya memanipulasi harga di pasar, kami akan mengeluarkan laporan indikasi dimulainya investigasi," ungkap Jeffrey dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

ADVERTISEMENT

Jeffrey menjelaskan, pengumuman tersebut dapat mencakup saham yang sedang diselidiki, periode transaksi yang menjadi perhatian, jumlah pihak yang terlibat, dan anggota bursa yang memfasilitasi transaksi tersebut.

"Kami akan menyampaikan kepada publik bahwa atas saham A untuk periode transaksi tanggal sekian sampai sekian, transaksi yang dilakukan oleh 30 pihak misalnya, dilakukan melalui 5 Anggota Bursa misalnya, sedang dalam investigasi Bursa Efek Indonesia," jelas Jeffrey.

Dalam proses investigasi, BEI juga bisa membatasi kegiatan rekening efek hingga melakukan suspensi atas rekening efek tertentu. Ia mengatakan, kebijakan ini akan segera disosialisasikan dan diterapkan dalam waktu dekat.

"Tentu mekanisme pengawasan ini diharapkan dapat memberikan likuiditas yang terus terjaga di pasar, tetapi di sisi lain tindakan pengawasan akan berjalan lebih efektif. Minggu ini kami akan melakukan sosialisasi dengan anggota bursa dan kami harapkan dalam waktu yang sangat segera mekanisme ini sudah akan bisa kami terapkan," terang Jeffrey.

Saksikan Live DetikPagi:

(ahi/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads