IHSG dan Rupiah Limbung

Sesi Siang

IHSG dan Rupiah Limbung

- detikFinance
Kamis, 03 Jan 2008 12:09 WIB
Jakarta - Pasar saham dan rupiah limbung diterjang harga minyak yang sempat tembus US$ 100 per barel. Pasar global tidak kuasa menahan sentimen negatif harga minyak tersebut.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (3/1/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 17,922 poin (0,66%) ke posisi 2.713,585.

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, menyusut 40 poin menjadi 9.415 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) saham Bumi Resources dan Telkom menjadi pendorong utama penurunan IHSG. Lemahnya IHSG ini mengikuti anjloknya hampir seluruh bursa regional dan global yang tersengat kenaikan harga minyak dunia.

Pada perdagangan di New York 2 Januari waktu setempat, harga minyak sempat menyentuh level US$ 100 per barel. Namun harga minyak pada perdagangan 2 Januari 2008 akhirnya ditutup di level US$ 99,62 per barel untuk jenis light sweet pengiriman Februari. Sedangkan di London harga minyak jenis Brent di level US$ 97,84 per barel.

Namun di pasar Asia harga minyak Kamis pagi ini mulai sedikit kalem. Harga minyak jenis light sweet pengiriman Februari turun 37 sen di posisi US$ 99,25 per barel.

Faktor minyak dunia menjadi pencetus utama pelemahan IHSG dan rupiah. Selain sentimen negatif dari dalam negeri tingginya inflasi Desember 2007 yang di luar perkiraan pasar.

Inflasi Desember melambung menjadi 1,10 persen berkat adanya kenaikan berbagai komoditas. Sedangkan inflasi kalender Januari-Desember 2007 tercatat sebesar 6,59 persen.

Perdagangan sesi siang mencatat transaksi sebanyak 18.335 kali, dengan volume 1,025 miliar saham, senilai Rp 1,204 triliun. Sebanyak 36 saham naik, 101 saham turun dan 52 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 550 menjadi Rp 26.050, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 3.425, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 5.950, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 9.950 dan Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB) turun Rp 10 menjadi Rp 1.410.

Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 450 menjadi Rp 28.800, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 200 menjadi Rp 5.250 dan Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 25 menjadi Rp 4.450.
(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads