Penambahan kepemilikan itu dilakukan dengan membeli seluruh saham BATI yang dimiliki First Eagle Overseas Fund sebanyak 5,035 juta saham.
Menurut Wakil Presiden Arnhold and S.Bleichroeder Advisers, Harley Nelson yang mewakili First Eagle, total transaksi jual-beli tersebut mencapai Rp 28,196 miliar atau Rp 5.600 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transaksi jual-beli tersebut dilakukan melalui transaksi tutup sendiri crossing di pasar negosiasi BEI tanggal 28 Desember 2007," kata Harley dalam penjelasannya ke Bursa Efek Indonesia, Kamis (3/1/2008).
Harley mengatakan First Eagle menjual sahamnya di BATI untuk mencairkan investasinya.
BAT merupakan produsen rokok merek Lucky Strike. Saat ini saham BATI di BEI tidak
begitu likuid. (ard/ir)










































