Seperti dikutip dari Channelnewsasia, pada pembukaan perdagangan Selasa (8/1/2008), harga saham Chemoil di bursa Singapura sempat merosot hingga 16%. Namun saham Chemoil akhirnya ditutup merosot 7,7% menjadi US$ 0,475.
Chemoil dalam pernyataannya telah mengkonfirmasi meninggalnya Chandran dalam kecelakaan helikopter milik TNI AU di Riau. Dalam kecelakaan helikopter di Riau tersebut, terdapat pula pejabat Chemoil yakni Terence Gidlow, Vice President of Business Development Chemoil Energy. Gidlow terluka namun saat ini sudah dalam kondisi yang stabil.
"Dengan kesedihan mendalam, Dewan Direksi Chemoil Energy Ltd mengumumkan bahwa CEO dan Executive Chairman Robert V. Chandran telah meninggal pada 7 Januari karena kecelakaan helikopter saat melakukan perjalanan di Riau," jelas Chemoil dalam pernyataannya.
Pria dua anak ini merupakan salah satu orang terkaya di Singapura. Majalah Forbes pun menempatkan Chandran ke posisi ke-14 dalam daftar orang terkaya di Singapura dengan kekayaan US$ 490 juta.
Ia sukses merintis Chemoil sejak tahun 1981 hingga mencatat listing di Bursa Saham Singapura pada Desember 2006.
"Mr Chandran adalah pengusaha yang brilian yang memimpin dengan visi dan dinamisme, membangun Chemoil Energy menjadi sebagai perusahaan pemimpin di dunia untuk pemasok bahan bakar kelautan sejak ia mendirikan perusahaan ini di tahun 1981," jelas Chemoil dalam pernyataannya.
Chandran merupakan salah satu dari 11 korban yang tewas dalam jatuhnya helikopter Twin Pack S-58 milik TNI AU di kabupaten Pelalawan, Riau.
(qom/ir)











































