Menkeu menjelaskan, IHSG yang terus jeblok selama dua hari terakhir perdagangan merupakan dampak dari gejala pelemahan di seluruh dunia.
"Itu gejala di seluruh dunia. Lihat saja di seluruh dunia bagaimana. Memang kondisi perekonomian dan situasi masyarakat di seluruh dunia sedang menghadapi turbulensi," kata Sri Mulyani saat ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/1/2008).
"Jadi ada baiknya kita memang harus hati-hati, tidak perlu harus kemudian menjadi terlalu optimis," imbuhnya.
Bursa-bursa regional pada perdagangan hari ini kembali melorot, meski sebagian sudah mulai pulih. Pada penutupan sesi I, Kamis (17/1/2008), IHSG kembali anjlok 17,580 poin (0,68%) ke posisi 2.574,731. Sementara rupiah masih melemah di level 9.439 per dolar AS.
Bursa regional juga masih tak berdaya seperti bursa Australia turun 0,25%, Hang Seng turun 0,38%, Kosdaq turun 0,78%, Seoul turun 0,2%, Shanghai turun 2,7%, STI Singapura turun 0,99% dan Taiwan turun 2,01%. (qom/ir)











































