Pasar Saham Mendadak Rebound

Pasar Saham Mendadak Rebound

- detikFinance
Kamis, 17 Jan 2008 16:10 WIB
Jakarta - Pasar saham yang dinilai masih kritis akhirnya ditutup menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung rebound di sesi II.

Kepanikan yang terjadi di lantai bursa untuk sementara hilang. Investor mengambil kesempatan saham-saham yang telah jatuh untuk dibeli dengan harga murah.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (17/1/2008) IHSG rebound dengan kenaikan signifikan 56,968 poin (2,2%) ke posisi 2.649,279.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks LQ-45 naik 11,518 poin (2,07%) menjadi 568,933 dan Jakarta Islamic Indec naik 10,857 poin (2,32%) ke level 478,836.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 71.512 kali, dengan volume 4,383 miliar unit saham, senilai Rp 6,746 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 37 saham turun dan 48 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 2.250 menjadi Rp 24.250, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.000 menjadi Rp 31.350, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 550 menjadi Rp 4.850, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 9.200 dan Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 100 menjadi Rp 4.000.

Sedangkan saham-saham yang terjun harganya di top losser antara lain
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 7.250, Bank Panin (PNBN) turun Rp 20 menjadi Rp 610 dan Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 10 menjadi Rp 370.

Bursa saham regional juga mulai rebound seperti bursa Tokyo naik 2,07%, STI Singapura naik 2,43%, Taiwan turun 0,95%, Shanghai turun 2,63%, Kosdaq naik 0,08%, Seoul naik 1,09%, Hang Seng naik 2,72%, dan Australia turun 0,24%.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Fuad Rachmany mengatakan fluktuasi IHSG saat ini lebih karena faktor global. Terutama karena faktor ekonomi AS yang diperkirakan akan mengalami resesi.

"Tapi itu kan kadang-kadang hanya prediksi. Prediksi itu bisa berubah lagi kalau ada faktor-faktor baik yang muncul," kata Fuad di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (17/1/2008).

Fuad menjelaskan data-data statistik AS yang keluar di bawah prediksi seperti penjualan ritel, angkatan kerja baru, perumahan selalu direspons pasar.

"Kasus kerugian Citigroup itu salah satunya juga kemudian ada laporan-laporan dari perbankan di AS yang akan muncul dan mereka memperkirakan akan banyak merahnya banyak loss. Jadi saya kira itu yang membuat mereka melakukan koreksi. Koreksinya global dan cukup signifikan kemarin tapi nanti kita lihat saja," tutur Fuad. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads