Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/1/2008).
"Kita melihat ini dengan seluruh concern dan perhatian, beberapa langkah kita akan lihat dengan berbagai antisipasi dan alternatif yang tentu dikarenakan perubahan ini berjalan dengan cepat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berkoordinasi dengan Bapepam dan BI tapi saya belum bisa mengumumkan langkah-langkah itu ada saat ini, pokoknya saya gak mau ngomong," ujarnya.
Disinggung mengenai anggaran, menurut Menkeu, meski suasananya dalam keadaan sulit, defisit anggaran tetap akan dipertahankan pada 1,7 persen.
"Karena situasi sekarang lebih sulit jadi kita tidak akan menambah beban dalam APBN meskipun ada adjustment di pengeluaran atau penerimaan pokoknya kita menjaga defisit 1,7 persen," ujarnya.
Untuk mempertahankan defisit, sumber penerimaan dari sektor migas, komoditas dan dividen BUMN akan ditingkatkan.
"Itu yang kita lakukan selama ini, maupun PNBP maupun penerimaan pajak yang besar, baik dari sisi PPN, tahun lalu kan meningkat, meskipun kita lakukan restitusi Rp 25 triliun," ujarnya.
(ddn/qom)











































