Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2008).
"Tapi kalau dengan situasi sekarang kalau mau di-IPO saya rasa harganya sangat rendah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PT Krakatau Steel perlu investasi yang cukup besar karena dia kan punya kapasitas produksi 2,5 juta ton tapi tidak bisa maksimal kalau gak salah hanya 2,2 juta ton perlu investasi baru untuk maksimalkan produksi sehingga dia bisa menyerap pasar di dalam negeri," ujarnya.
Selain Krakatau Steel, pemerintah juga berencana melepas saham di BTN, BNI, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahtera Adiguna, PT Barata, Djakarta Llyod, PT Perkapalan Surabaya, PT Industri Perkapalan Makassar, PT Industri Kereta Api (Inka), PT Industri Sandang, PT Inti, PT Kertas Kraft, PT Rukindo, PTPN III, IV dan VII, PT Sarana Karya, PT Birama Karya, PT Sentra Karya, PT Waskita Karya, PT Yodya Karya, PT Dok Perkapalan Koja Bahari, PT Sucofindo, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Surveyor Indonesia, PT Adhi Karya, PT Rekayasa Industri, Kawasan Industri Medan, Semen Kupang, Industri Makassar, dan Kawasan Industri Wijaya Kusuma.
BUMN yang akan dilepas ini merupakan hasil dari rapat Komite Privatisasi yang dipimpin Menko Perekonomian tadi malam. Dan hari ini pemerintah meminta persetujuan DPR untuk proses privatisasi ini."Semua tujuan privatisasi adalah untuk mengembangkan BUMN bukan semata-mata ingin menjual aset negara, karena kita tahu di 2008, dividen yang diharapkan hanya Rp 1,5 triliun, jadi program privatisasi ini adalah untuk mengembangkan BUMN," ujarnya.Β
(ddn/ir)











































