"Pasar akan buka seperti biasa dan kita turut berdukacita atas meningggalnya Pak Harto," kata Dirut BEI Erry Firmansyah ketika dihubungi detikFinance, Senin (28/1/2008).
Menurut Erry pencatatan saham baru dan perdagangan akan berjalan normal seperti hari-hari biasa lainnya.
Pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (28/1/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan mengikuti pergerakan bursa global yang masih labil.
Indeks Dow Jones pada Jumat pekan lalu (25/1/2008) ditutup turun 171,44 poin (1,38%) ke level 12.207,17. Nasdaq juga melemah 34,72 poin (1,47%) ke level 2.362,20. Investor kembali melakukan profit taking karena menantikan sejumlah momen penting seperti pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC).
Sementara pada penutupan perdagangan saham Jumat (25/1/2008) IHSG meroket hingga 103,792 poin (4,12%) ke posisi 2.620,493.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Bhakti Securities:
Paket Stimulus fiskal serta ekspektasi akan diturunkan kembali suku bunga Amerika Serikat menjadi momentum bagi investor untuk kembali memburu saham-saham unggulan sehingga indeks pada perdagangan kemarin berhasil naik tajam sebesar 4,12% menjadi 2.620. Indeks pada perdagangan awal pekan ini kami perkirakan akan kembali meneruskan rallinya karena kedua sentimen positif diatas berhasil memecahkan pola candlestick star yang seharusnya indeks berubah arah melemah menjadi sebaliknya menguat.
Optima Securities:
Indeks kembali rally sehingga menguat 103 poin (4,12%) menembus level psikologis di 2.600 setelah bursa Asia juga rebound cukup tajam yakni Hang Seng naik 6,73%, Kosdaq 2,32%, Seoul 1,77%, Nikkei 4,1%, STI 3,51%, dan Shanghai naik 0,93%. Investor mulai percaya diri terhadap paket ekonomi dari George Bush yang mendapat lampu hijau dari senat sehingga diharapkan bisa mengurangi pelambatan AS. Disamping itu, harapan bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga pada 30 Januari ini.Sementara itu, Dow pada awalnya dibuka menguat cukup tajam terkait bagusnya laporan keuangan Microsoft namun akhirnya ditutup melemah 171 poin (-1,3%) ke level 12,207 karena investor profit taking dimana selama dua hari Dow telah menguat 400 poin. Investor mengantisipasi keluarnya berbagai data ekonomi sepekan ini seperti new home sales, core durable goods order , consumer confidence, GDP, unemployment rate , personal spending, ISM manufacturing index yang rata-rata menunjukan trend melemah. Sementara itu dengan wafatnya mantan presiden RI Suharto, diperkirakan kurang berdampak pada pergerakan indeks. Indeks hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran 2.580-2.660 dengan saham pilihan BUMI, UNTR,Β PTBA, AALI dan TINS
(ir/ir)











































