"Untuk mendorong pertumbuhan revenue 2008, perseroan berencana menambah lahan 10 ribu Ha, sehingga total luas lahan akan menjadi 60 ribu Ha," ujar Corporate Secretary TBLA, Hardy, saat dihubungi detikFinance, Rabu (13/2/2008).
Pada tahun 2007, TBLA membukukan revenue sebesar Rp 1,8 triliun. Di tahun 2008, TBLA menargetkan revenue sebesar Rp 2,3 triliun.
"Di 2007, revenue perseroan melampaui target semula yang sebesar Rp 1,5 triliun. Hal itu disebabkan oleh kenaikan harga CPO di pasaran dunia," ungkap Hardy.
Untuk perluasan lahan sebesar 10 ribu Ha tersebut, TBLA menganggarkan US$ 4 ribu per hektarnya. Namun, saat ini baru sekitar 5 Ha yang sudah ditanami.
"Sisanya masih dalam tahap pembebasan lahan," tutur Hardy.
TBLA juga sedang berencana mengembangkan lahan dua anak usaha di Pontianak seluas 30.000 ha. Dana pengembangannya diperkirakan sekitar Rp30 juta per Ha.
"Untuk itu perseroan membutuhkan dana sebesar Rp 900 miliar. Sumber pendanaannya, 65% akan berasal dari pinjaman perbankan sedangkan sisanya dari dana internal," ulas Hardy.
Sementara hingga 3 tahun mendatang, TBLA mengharapkan dapat meningkatkan luas lahan perseroan hingga menjadi 100.000 Ha.
(dro/qom)











































