Pada perdagangan Kamis (21/2/2008), rupiah pada level 9.170/9.180 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.185 per dolar AS.
Lonjakan harga minyak mentah itu akan semakin menambah permintaan valas, terutama dari Pertamina untuk mengimpor BBM.
Namun besarnya spread suku bunga, terutama dengan AS yang mencapai 500 basis poin membuat rupiah tetap dilirik untuk sementara
Sementara dolar AS di pasar global juga stabil meski sebelumnya sempat merosot tajam. Di pasar New York euro stabil di level 1,4712 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4725 dolar. Dolar bahkan menguat tipis ke level 108,13 yen, dibandingkan sebelumnya di 107,76 yen.
(qom/qom)











































