"Seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk pembangunan pabrik meliputi pembelian tanah, pembangunan pabrik dan pembelian mesin produksi," ujar Direktur Utama YPAS, Ishada, usai pencatatan perdana saham (IPO) di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Rabu (5/3/2008).
Dalam IPO ini, YPAS melepas 68 juta lembar saham dalam portepel ke publik atau setara dengan 10,18% dari seluruh jumlah saham dalam Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh.
Dari perolehan dana IPO sebesar Rp 37 miliar, sekitar 10% akan digunakan untuk pembelian tanah, 24% untuk pembangunan pabrik dan 66% untuk pembelian mesin.
"Rencananya pabrik akan dibangun di Sidoarjo. Namun ada opsi lainnya, yaitu di sisa lahan kita di pabrik yang sekarang," ulas Ishadi.
Saat ini, kapasitas produksi YPAS sekitar 1.000 ton per bulan. Komposisinya 30% untuk karung semen, sisanya kantung plastik dan tenun plastik.
"Setelah pabrik baru beroperasi, yang ditargetkan tahun ini, kapasitas produksi kita bisa sekitar 1.450 ton per bulan. Tumbuh sekitar 40-45% lah kira-kira," ujar General Manager YPAS, Irwan Susanto.
Dari seluruh hasil produksi tersebut, sekitar 20-30% untuk ekspor. Daerah tujuan ekspor YPAS adalah ke Malaysia, Thailand, Amerika Latin dan Afrika.
"Kalau domestik, misalnya karung semen, kita distribusi ke Semen Gresik, Semen Tonasa dan Indocement," ujar Susanto.
Pada tahun 2007, YPAS membukukan laba bersih Rp 13 miliar dengan penjualan sebesar Rp 240 miliar. Sementara di 2008, YPAS menargetkan laba bersih Rp 25 miliar dengan penjualan sebesar Rp 320 miliar. (dro/qom)











































