"Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui rencana penerbitan obligasi Rp 1 triliun," kata Presiden Direktur WOM Finance, Suwandi Wiratno, usai RUPSLB di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (26/3/2008).
Dana perolehan rencananya akan dijadikan salah satu sumber pembiayaan perseroan tahun ini yang ditargetkan sebesar Rp 5,5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya obligasi tersebut akan diterbitkan oleh anak perusahaan PT Bank
International Indonesia Tbk (BII) itu dalam jangka waktu 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan dan 54 bulan. Namun Suwandi belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai indikasi kupon bunga.
"Itu belum nanti kita umumkan," kata Suwandi.
Mengenai target pembiayaan di 2008 yang sebesar Rp 5,5 triliun, rencananya sekitar 75% atau Rp 4,1 triliun akan didapat dari pinjaman BII. Sedangkan sisanya 25% atau Rp 1,4 triliun akan diperoleh dari penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun dan pinjaman bank lain.
"Kita masih ada platform dari Bank Mandiri, kemudian akan dijajaki pula dari Bank Panin dan Bank Mega," katanya.
Rencananya, pembiayaan Rp 5,5 triliun tersebut akan disalurkan ke sekitar 525.000 sepeda motor dengan rincian 75% sepeda motor baru dan 25% motor bekas.
Tahun ini perseroan juga akan melakukan ekspansi dengan menambah 15 kantor cabang baru. Saat ini sebanyak 103 cabang. Rencana ekspansi tersebut akan difokuskan ke wilayah timur Indonesia dan Sumatera.
Direktur Pemasaran WOM Finance Simon Tan Kian Bing mengatakan, ekspansi ke luar Jawa tak lepas dari pertumbuhan industri sepeda motor yang mulai merata ke wilayah-wilayah tersebut.
"Tahun-tahun sebelumnya sepeda motor lebih terkonsentrasi di pulau Jawa sekitar 60%. Saat ini kecenderungannya justru terbalik, dimana komposisi luar Jawa lebih mendominasi sebesar 60%. Itu karena sektor pertambangan dan perkebunan di luar Jawa sedang menjadi primadona," kata Simon. (dro/ir)











































