IHSG Berjaya di Akhir Pekan

IHSG Berjaya di Akhir Pekan

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2008 16:12 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan ini bertahan dari kepungan labilnya pasar finansial global. IHSG telah lima hari berturut-turut mengalami kenaikan.

IHSG menutup akhir pekan Jumat (28/3/2008) dengan kenaikan 26,236 poin (1,07%) ke level 2.477,586.

Pelaku pasar melakukan aksi beli saham-saham blue chip seperti sektor tambang dan telekomunikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks LQ-45 naik 5,771 poin (1,1%) ke level 531,937 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,792 poin (1,51%) ke posisi 455,863.

Sementara bursa regional pada Jumat sore ini ditutup bervariasi seperti Australia turun 0,32%, Hangseng naik 2,74%, Seoul naik 1,53%, Nikkei naik 1,71%, Shanghai naik 4,94%, STI Singapura naik 0,16%, Kosdaq naik 1,12%.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 57.766 kali, dengan volume 2,680 miliar unit saham, senilai Rp 4,312 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 57 saham turun dan 53 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 350 menjadi Rp 6.450, Indosat (ISAT) naik Rp 300 menjadi Rp 7.250, Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 9.800, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 100 menjadi Rp 7.150, dan Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 25 menjadi Rp 3.475.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 menjadi Rp 10.050, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 14.150 dan Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 10 menjadi Rp 460. Β 

Saham BII turun Rp 10 menjadi Rp 460 per saham. Lembaga pemeringkat seperti Moodys menilai akuisisi 55,7% saham BII oleh Maybank dinilai memberatkan bank asal Malaysia.

Pasar juga menilai nilai saham yang dibeli Maybank sebesar US$ 1,5 miliar itu terlalu mahal dibanding fundamental BII yang masih masuk bank dengan skala menengah.

Pasar juga khawatir dibelinya BII oleh Maybank akan membuat bank itu terkena aturan Single Presence Poliscy (SPP). Karena Maybank juga dimiliki oleh pemerintah Malaysia, yang di Indonesia telah memiliki Bank Lippo dan Bank Niaga. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads