Menurut Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo, jika mengeluarkan obligasi sekarang, maka biaya bungannya sangat tinggi. Sementara pengeluaran PLN per bulan dari dana obligasi itu belum tentu cukup besar untuk membayar bunga dan cicilan pokoknya.
"Kalau kita pinjam sekian juta misalnya, padahal per bulannya cuma ngeluarin sekian ratus. Apa gak rugi? Padahal kita tetap harus bayar bunga pinjaman yang sekian juta tadi. Dalam setahun saja sudah banyak sekali bunganya," jelas Setio di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Wakil Dirut PLN Rudiantara menjelaskan, PLN akan meningkatkan pemakaian BBM jenis MFO (marine fuel oil) tahun ini. Dari rencana semula sebesar 360-370 ribu KL menjadi sekitar 600 ribu KL.
"Jadi kita memperluas penggunaan MFO ini dari yang sebelumnya 8 wilayah menjadi 13 wilayah yang semuanya di luar Jawa," katanya.
(lih/qom)











































