"Kita pasrah saja karena hukumannya sudah keluar. Walaupun dari sisi kami melihat itu tidak adil, karena tidak ada yang dirugikan," kata Presdir PT BNI Securities, Hindarmojo Hinuri ketika dihubungi detikFinance, Senin (21/4/2008).
Sebenarnya kata Hindarmojo, IPO PT Wahanaartha Harsaka Tbk tidak batal, hanya waktunya mundur karena kondisi pasar yang kalau dipaksakan justru akan merugikan investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya kalau hanya mundur, kenapa pengumuman yang dipublikasikan 8 April 2008 ditulis batal. "O, itu mungkin lawyer yang mengumumkannya, harusnya tidak begitu karena bukan batal," jelas Hindarmojo.
Meski tidak ada kerugian materi, sanksi Bapepam itu menurut Hindarmojo telah merugikan nama baik perusahaan di mata pasar.
Dalam jangka waktu 3 bulan ke depan ini lanjut Hindarmojo, memang ada penjaminan emisi yang dilakukan BNI Securities. "Tapi ya mau gimana lagi, selama tiga bulan kita tidak bisa jadi co-lead atau underwriter," katanya pasrah.
Perusahaan dealer motor Honda, PT Wahanaartha Harsaka Tbk semula akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2008.
Wahanaartha Harsaka juga sudah melakukan penawaran umum saham ke publik 2 sampai 4 April 2008 di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (2/4/2008).
Dalam penawaran perdana itu, Wahanaartha semula melepas 590 juta lembar saham ke publik atau setara dengan 29,5% dari seluruh saham dalam portepel. Harga yang ditawarkan sebesar Rp 265 per lembarnya. (ir/qom)











































