Investor memilih tidak berlama-lama memegang satu saham karena kondisi pasar saham lokal yang belum juga mendapat vitamin segar.
Pada perdagangan saham Selasa (22/4/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor di Wall Street masih fokus pada hasil kinerja emiten triwulan I-2008. Sayangnya ada kabar buruk dari kinerja Bank of America Corp yang mengecewakan dengan labanya yang turun 77%.
Indeks Dow Jones turun 24,34 poin (0,19%) ke posisi 12.825,02. Indeks Standard & Poor's 500 turun 2,16 poin (0,16%) menjadi 1.388,17 dan Nasdaq naik 5,07 poin (0,21%) menjadi 2.408,04.
Sementara pada penutupan perdagangan saham, Senin kemarin (21/4/2008), IHSG turun 13,380 poin (0,57%) ke posisi 2.335,889.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Panin Sekuritas
Harga minyak dunia yang mendekati level US$120/barel menjadi sentimen negatif terhadap IHSG. Pasar menanti langkah pemerintah terkait harga BBM. Di tengah ketidakpastian, investor memilih melakukan profit taking. Secara teknikal, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 2.305-2.357.
Optima Securities
Indeks setelah empat hari berturut-turut menguat, akhirnya kemarin ditutup melemah 13 poin ke 2.335. Secara teknikal indeks akan membentuk golden cross sebelum rally menembus 2.400. Kondisi harga minyak yang terus melonjak karena spekulan menyebabkan investor profit taking terhadap saham yang sensitif terhadap biaya energi walaupun bursa regional tengah menguat. Investor lebih memilih day trade untuk antisipasi pelemahan bursa diluar. Indeks diperkirakan bergerak di level 2.310-2.370 dengan saham pilihan: PTBA, BUMI, MEDC, UNTR dan BNBR.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin ditutup melemah 0,56% di level 2335,8 berlawanan dengan mayoritas bursa regional yang pada perdagangan kemarin ditutup menguat. Hal ini lebih disebabkan oleh aksi profit taking dari para investor serta kekhawatiran atas tingginya harga minyak dunia yang menyentuh level US$ 117/barrel.
Bursa Amerika sendiri, semalam ditutup melemah tipis akibat pengumuman laba Bank of America yang turun 77% akibat penghapusan aset dan kerugian kredit. Sementara, tingginya harga minyak yang kembali menembus rekor baru di level US$ 117,48/barrel ikut membawa sentimen negatif. Bursa regional pagi ini dibuka mixed dengan dibayangi aksi profit taking setelah penguatan kemarin.
Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat tipis karena minimnya sentimen yang masuk ke bursa. Sektor energi dan batubara masih akan Outperform ditengah kondisi tingginya harga minyak. Rentang pergerakan indeks akan berada di level 2300 - 2360.
  (ir/ir)











































