IHSG langsung berbalik arah setelah saham tambang dan energi kembali beraksi melawan kecemasan pelaku pasar akan dampak negatif tingginya harga minyak yang sempat menyentuh US$ 119 per barel. Kecemasan investor akan tingginya inflasi dan nasib APBN 2008 diimbangi dengan pembelian selektif.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (23/4/2008) IHSG naik 25,206 poin (1,1%) ke level 2.314,302. Indeks LQ-45 naik 5,999 poin (1,22%) ke posisi 497,242 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 7,746 poin (1,83%) ke level 431,364.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Timah (TINS) naik Rp 2.450 menjadi Rp 33.600, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 650 menjadi Rp 7.050, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 menjadi Rp 10.350, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 350 menjadi Rp 6.850, dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 250 menjadi Rp 12.400.
Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga adalah Indosat (ISAT) turun Rp 250 menjadi Rp 6.150, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke posisi Rp 8.750, dan Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 2.975.
Sementara di bursa regional ditutup naik seperti Australia naik 1,47%, Hang Seng naik 1,4%, Seoul naik 0,74%, Nikkei naik 0,23%, Shanghai naik 4,15% dan STI Singapura naik 0,21%. (ir/qom)











































