Jumlah penjualan konsolidasi yang dimaksud adalah jumlah penjualan dari seluruh perusahaan Sampoerna Agro di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Demikian kinerja triwulan I-2008, Sampoerna Agro yang diterima detikFinance, Rabu (30/4/2008).
Minyak sawit merupakan penyumbang terbesar yang mencapai 85,7% dari penjualan konsolidasi perusahaan dalam periode triwulan pertama tahun 2008 ini. Penjualan minyak sawit mencapai Rp 723,9 miliar, atau 384,5% lebih tinggi dari penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 149,4 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan penjualan inti sawit memberikan sumbangan sebesar 12,1% atas penjualan konsolidasi perusahaan periode triwulan pertama tahun 2008. Penjualan produk ini mencapai Rp 101,9 miliar, atau meningkat sebesar 557,4% dibandingkan penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 15,5 miliar.
Penjualan kecambah sawit memberikan kontribusi sebesar 2% atas penjualan konsolidasi perusahaan periode triwulan pertama tahun 2008. Melalui produknya yang dikenal dengan nama DxP Sriwijaya, PT Binasawit Makmur (BSM), anak perusahaan Sampoerna Agro, merupakan satu dari tujuh produsen kecambah kelapa sawit yang telah mendapat izin dari pemerintah Indonesia.
Di triwulan pertama tahun 2008 ini, perusahaan telah menjual 4,1 juta kecambah yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp16,7 miliar, atau 47,8% lebih tinggi dibandingkan penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,3 miliar di tahun 2007.
Penjualan karet Sampoerna Agro memberikan kontribusi sebesar 0,2% kepada penjualan konsolidasi perusahaan periode triwulan pertama tahun 2008. Sampoerna Agro juga memiliki perkebunan karet yang menghasilkan penjualan sebesar Rp 1,8 miliar di triwulan pertama tahun 2008 atau 95,1% lebih tinggi dari penjualan periode yang sama tahun.
Laba usaha perusahaan pada triwulan pertama tahun 2008 mencapai Rp 279,6 miliar, atau 1479,7% lebih tinggi dibandingkan laba usaha periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 17,7 miliar.
Laba bersih pada triwulan pertama tahun 2008 sebesar Rp 188,7 miliar, sementara pada triwulan pertama tahun 2007 mengalami kerugian sebesar Rp 41,4 miliar. Pencapaian laba bersih pada triwulan pertama tahun 2008 adalah sekitar 87,7% dari laba bersih setahun di tahun 2007 yang sebesar Rp 215,1 miliar.
(ir/ddn)











































