IHSG sejak awal Mei terus melaju dengan kenaikan yang signifikan hingga 83 poin. Investor memanfaatkan sentimen laporan keuangan triwulan I-2008 emiten yang sudah banyak diumumkan.
Meski masih memiliki peluang positif, namun IHSG pada perdagangan Selasa (6/5/2008) dikhawatirkan bisa terkena aksi ambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, investor asing seperti JP Morgan percaya BI Rate akan naik 25 basis poin sebagai upaya BI menekan inflasi.
Sementara bursa saham di Wall Street pada perdagangan Senin (5/5/2008) melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 90,62 poin (0,69%) menjadi 12.967,58. Nasdaq turun 12,87 point (0,52%) menjadi 2.464,12 dan Standard & Poor's 500 turun 6,52 point (0,46%) menjadi 1.407,38.
Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (5/5/2008) IHSG melonjak 45,226 poin (1,93%) ke level 2.387,986.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks kembali naik 44 poin ke posisi 2.387 atau lima hari berturut-turut naik hampir 150 poin sehingga membentuk golden cross atau masuk trend bullish. Euforia laporan kuartalan dan kondisi bursa luar yang tidak lagi ekstrim memberikan confidence effect yang tinggi kepada investor untuk terus akumulasi. Selanjutnya fokus investor tertuju pada RDG BI dan bisa terjadi profit taking bila BI rate naik 25 bps dengan kisaran pergerakan 2.350 - 2.400 dan saham pilihan: ELTY, TRUB, ASII, KIJA, dan APEX.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin masih berhasil meneruskan rally-nya dengan kembali menguat 1,93% ke level 2387,9 terkait baiknya performa emiten selama 1Q08 dan kembali naiknya harga komoditas dunia. Namun penguatan indeks selama ini telah meninggalkan 2 gap di level 2.343 dan 2305. Kedua gap ini, kemungkinan akan segera tertutup dalam jangka pendek.
Keputusan pemerintah yang akhirnya berencana untuk menaikkan harga BBM subsidi memberi sentimen negatif bagi pasar. Begitu juga dengan dipercepatnya RDG BI menjadi hari ini dengan spekulasi akan adanya kenaikan BI Rate akibat masih tingginya inflasi pada bulan April yang mencapai 0,57% atau 8,96% YoY.
Pasar diperkirakan sudah cukup jenuh dan telah memfaktorkan semua sentimen positif yang ada. Harga minyak dunia juga kembali mencetak rekor dengan ditutup pada harga US$ 119,9/barrel. Indeks diperkirakan akan koreksi dengan gap 2.343 sebagai support pertama. Minimnya sentimen positif membuat investor akan segera merealisasikan keuntungannya dan menunggu sampai indeks kembali berada pada posisi murah. Beberapa saham yang kemarin menguat signifikan seperti PGAS, ASII, TBLA dan BBRI diperkirakan akan terkoreksi pada hari ini.
(ir/ir)











































