Bank Mega Bagi Dividen Rp 64

Bank Mega Bagi Dividen Rp 64

- detikFinance
Rabu, 07 Mei 2008 16:48 WIB
Jakarta - Pemegang saham PT Bank Mega Tbk (MEGA) sepakat membagikan dividen Rp 64,07 per saham atau total Rp 104,143 miliar. Jumlah pemegang saham yang akan mendapat dividen 1,63 miliar saham.

Jumlah dividen ini 20% dari laba bersih perseroan 2007 yang sebesar Rp 520,719 miliar. Sisa laba bersih yang tidak dibagikan akan digunakan untuk meningkatkan modal perseroan.

Demikian hasil RUPS Bank Mega yang berlangsung di gedung Bank Mega, Jalan Tendean, Jakarta, Rabu (7/5/2008). RUPS juga memutuskan peningkatan modal dasar dari Rp 900 miliar menjadi Rp 3,2 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara kinerja Bank Mega per 31 Maret 2008 tetap konsisten dalam membukukan peningkatan laba bersih sebesar Rp 151,90 miliar atau meningkat 27,6% dibandingkan dengan posisi yang sama pada 2007 sebesar 118,97 miliar. Pertumbuhan tersebut menjadikan Bank Mega sebagai bank yang mencatatkan prosentase pertumbuhan laba bersih nomor empat diantara perbankan besar nasional.
 
Sementara total kredit yang berhasil disalurkan pada triwulan I-2008 sebesar Rp 14,87 triliun, meningkat 28,3% bila dibandingkan dengan posisi 2007 yang menyalurkan Rp 11,59 triliun.  

"Prestasi ini patut diapresiasi, karena di tengah-tengah kondisi rata-rata penurunan penyaluran kredit perbankan nasional. Bank Mega masih dapat mencatat pertumbuhan dan berada di atas rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang sebesar 26,5%," tutur Yungky Setiawan, Direktur Utama Bank Mega.  

Penyaluran kredit yang dilakukan oleh Bank Mega juga diimbangi dengan keberhasilan strategi perseroan dalam melakukan diversifikasi di bidang kredit dengan komposisi korporasi 47,9%, komersial 15,2%, konsumer 36,9%. Dengan komposisi yang lebih merata, maka dipastikan risiko kredit yang ditanggung menjadi lebih menyebar. Hasilnya Bank Mega mencatatkan NPL gross sebesar 1,35%.

Bank Mega juga telah melakukan sejumlah pembiayaan sebesar Rp 500 miliar untuk pembiayaan alat berat, Rp 300 miliar untuk pembiayaan alat-alat transporasi, Rp 1,3 triliun untuk pembiayaan jalan tol, dan Rp 1,34 triliun untuk pembiayaan PLTU Payton Baru dan Suralaya Baru, dan lainnya.

Jumlah kartu kredit per 31 Maret 2008 tercatat sebesar 341.249 atau naik 98,48% bila dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 171.928. Sementara untuk outstanding kartu kredit, Bank Mega mengumpulkan angka sebesar Rp 636,082 miliar atau naik 84,30% bila dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 345,125 miliar. 
(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads